JAKARTA, ArgumenRakyat.com – Isu kesehatan menjadi sorotan tajam di penghujung tahun 2025. Di tengah kemeriahan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), masyarakat Indonesia kini dihadapkan pada ancaman ganda: penyebaran varian baru influenza yang disebut “Super Flu” dan krisis kesehatan mental yang melanda generasi muda akibat paparan digital.
1. Fenomena ‘Super Flu’ H3N2: Ancaman Nyata di Balik Musim Hujan
Dunia kesehatan global, termasuk Indonesia, tengah memantau ketat penyebaran virus influenza varian H3N2 Subclade K atau yang viral disebut sebagai “Super Flu”. Virus ini dilaporkan memiliki gejala yang lebih berat dan masa pemulihan yang lebih lama dibandingkan flu biasa.
Dokter spesialis penyakit dalam memperingatkan bahwa varian ini sangat mudah menular di tengah kerumunan liburan dan cuaca ekstrem. Gejala yang patut diwaspadai meliputi:
-
Demam tinggi mendadak di atas 39 C
-
Nyeri sendi dan otot yang hebat.
-
Batuk kering yang menetap lebih dari dua minggu.
-
Kelelahan ekstrem (fatigue) meski sudah beristirahat.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat untuk kembali memperketat penggunaan masker di ruang publik dan segera melakukan vaksinasi influenza tahunan.
2. Darurat Kesehatan Mental: Dampak “Kapitalisme Digital” pada Remaja
Isu sosial-kesehatan yang tak kalah trending hari ini adalah peringatan dari para praktisi kesehatan mental terkait lonjakan kasus kecemasan (anxiety) dan depresi pada Gen Z. Data terbaru menunjukkan adanya korelasi kuat antara durasi penggunaan media sosial selama liburan dengan tingkat kebahagiaan yang menurun.
Wakil Menteri Kesehatan mengingatkan bahwa paparan algoritma media sosial yang agresif menciptakan tekanan psikologis yang besar bagi anak muda. Fenomena ini memicu seruan agar pemerintah segera meregulasi fitur-fitur platform digital yang berpotensi merusak kesehatan mental, serupa dengan kebijakan yang mulai diterapkan di New York pekan ini.
3. Krisis Kesehatan di Wilayah Bencana Sumatera
Beralih ke daerah terdampak bencana, Kemenkes mulai memperluas jangkauan imunisasi darurat bagi anak-anak di pengungsian Aceh dan Sumatera Barat. Langkah ini diambil untuk mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) seperti Campak dan ISPA yang sering mengintai di lingkungan sanitasi yang buruk pascabencana.
Argumen Kita: Kesehatan Bukan Sekadar Fisik
ArgumenRakyat.com melihat bahwa tantangan kesehatan di akhir 2025 ini semakin kompleks. Kita tidak lagi hanya melawan virus biologis seperti H3N2, tetapi juga “virus digital” yang menyerang mentalitas generasi penerus.
Kebijakan pemerintah dalam menggratiskan vaksinasi tertentu di daerah bencana patut diapresiasi, namun edukasi mengenai digital detox dan gaya hidup sehat selama libur Nataru harus lebih masif disuarakan. Ingat, mencegah lebih murah daripada mengobati di tengah ketidakpastian ekonomi 2026.







![Penetapan Indonesia sebagai Dewan HAM PBB 2026. [Foto: kemlu.go.id]](https://argumenrakyat.com/wp-content/uploads/2026/01/IMG_20260110_160318-e1768216728409-360x200.jpg)

