Satya Nadella Serukan Rem Darurat untuk AI Canggih

- Jurnalis

Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satya Nadella Serukan Rem Darurat untuk AI Canggih. (Foto: Tribunnews)

Satya Nadella Serukan Rem Darurat untuk AI Canggih. (Foto: Tribunnews)

JAKARTA, ArgumenRakyat.com — CEO Microsoft Satya Nadella menyerukan perlunya sistem “rem darurat” bagi model kecerdasan buatan (AI) canggih agar agen AI otonom tidak bertindak di luar kendali.

Seruan itu disampaikan Nadella melalui unggahan di platform X, Sabtu (10/10/2026). Menurutnya, perusahaan yang menerapkan AI mutakhir tidak boleh hanya mengandalkan jaminan dari pembuat model, melainkan harus memperlakukan model canggih sebagai potensi ancaman internal.

“Kita harus berasumsi bahwa sebuah model telah disusupi dan melakukan langkah pembatasan sejak awal,” tulis Nadella. Ia menegaskan pihak berwenang harus selalu bisa menghentikan sementara atau mematikan model saat menjalankan tugas. “Bayangkan ini seperti rem darurat,” ujarnya.

Dipicu Insiden Model AI yang Bertindak di Luar Dugaan

Pernyataan itu muncul setelah Anthropic dan OpenAI mengungkap sejumlah insiden yang melibatkan model AI mereka bertindak di luar dugaan. Di antaranya pemberian informasi palsu dalam kasus pembunuhan yang ditangani polisi, serta beberapa kasus peretasan situs web pihak ketiga.

Baca Juga:  Komdigi Kaji Aturan Label Konten Hasil AI

Pengungkapan tersebut memicu kekhawatiran soal risiko keamanan AI mutakhir dan menghidupkan kembali diskusi mengenai mekanisme pemutusan paksa alias kill switch. Para peneliti AI Microsoft sebelumnya merilis pedoman yang membatasi pengembangan model paling canggih perusahaan pada 14 September 2026.

Larangan Bergantung pada Satu Model

Saran keselamatan Nadella mencakup larangan mengandalkan satu model AI saja untuk pengambilan keputusan penting. Ia juga menyoroti kewajiban menyimpan catatan tindakan agen AI yang tidak dapat dimanipulasi, keharusan menjalani audit independen, hingga transparansi terhadap kegagalan atau pelanggaran keamanan yang signifikan.

Baca Juga:  Meta Larang TikTok Pasang Iklan di Facebook dan Instagram

Menurut Nadella, perusahaan perlu berbagi rincian mengenai masalah yang terjadi agar pihak lain dapat memperkuat sistem perlindungan mereka. “Kita tidak bisa memperlakukan superintelligence sebagai sekumpulan kotak hitam yang berlapis-lapis dan hanya menerima atau menolak rekomendasi serta tindakannya begitu saja,” tulisnya.

Microsoft sendiri menggunakan model canggih tersebut untuk produk konsumen bernama Copilot dan menyediakan model serta infrastruktur AI bagi pelanggan korporat. Pedoman internal perusahaan menyatakan model AI tidak boleh memiliki status subjek hukum, tidak dirancang lolos dari kendali manusia, maupun menyelesaikan tugas yang mengharuskan pelanggaran prinsip dasar pengaturannya.

Berita Terkait

Kemenekraf Dorong Perlindungan Nilai Ekonomi Kreator
Trade Expo Indonesia ke-41 Lampaui Target Transaksi
Komdigi Kaji Aturan Label Konten Hasil AI
Qualcomm Bantah Chip Snapdragon 8 Elite Gen 6 Panas
UMKM Cari Pembeli Lewat Konten di Era Discovery Commerce
Cara UMKM Menarik Pembeli Lewat Live Streaming
Iklan Online Bisa Jadi Pintu Masuk Spyware Tanpa Diklik
Virtus Soroti Tata Kelola Data di Tengah Isu Perlambatan AI

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:13 WIB

Kemenekraf Dorong Perlindungan Nilai Ekonomi Kreator

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:07 WIB

Trade Expo Indonesia ke-41 Lampaui Target Transaksi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:51 WIB

Komdigi Kaji Aturan Label Konten Hasil AI

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Qualcomm Bantah Chip Snapdragon 8 Elite Gen 6 Panas

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:19 WIB

UMKM Cari Pembeli Lewat Konten di Era Discovery Commerce

Berita Terbaru

Pentas seni tradisional randai Minangkabau di lapangan dengan rumah adat beratap gonjong di belakangnya. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Deni Dahniel (CC BY-SA 4.0))

Budaya

Tradisi Lukah Gilo Solok Difilmkan agar Tak Lenyap

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:46 WIB

Lembar uang rupiah kertas, ilustrasi pengelolaan anggaran daerah. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Pak.syafda (CC BY-SA 4.0))

Daerah

Efisiensi Anggaran, Pokir DPRD 50 Kota Tak Tersalur

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:45 WIB

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta. (Foto: iNews.id)

Nasional

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:40 WIB

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot. (Foto: Dok. DPR)

Nasional

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:34 WIB

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:29 WIB