Menkominfo Dorong Google Perkuat Keamanan Internet, Perlindungan Anak Jadi Fokus

- Jurnalis

Kamis, 12 Februari 2026 - 13:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Menkominfo Dorong Google Perkuat Keamanan Internet, Perlindungan Anak Jadi Fokus : Foto AI

Ilustrasi Menkominfo Dorong Google Perkuat Keamanan Internet, Perlindungan Anak Jadi Fokus : Foto AI

ArgumenRakyat.com — Jakarta, Pemerintah Indonesia mendorong perusahaan teknologi global, khususnya Google, untuk mengambil peran lebih besar dalam menciptakan ruang digital yang aman dan bertanggung jawab bagi masyarakat. Isu perlindungan anak dan generasi muda menjadi perhatian utama di tengah tingginya penetrasi internet di Tanah Air.

Seruan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, dalam peringatan Safer Internet Day 2026 yang digelar di Jakarta, Selasa (10/2/2026). Pemerintah menilai kolaborasi antara negara dan platform digital menjadi kunci menghadapi meningkatnya risiko di ruang siber.

Pratikno menegaskan Indonesia merupakan salah satu pasar terbesar bagi layanan digital global. Dengan jumlah pengguna internet yang terus bertambah, tanggung jawab platform seperti Google dan YouTube dinilai tidak hanya bersifat bisnis, tetapi juga sosial.

“Ketergantungan masyarakat terhadap platform digital menuntut tanggung jawab yang sepadan, terutama dalam memastikan keselamatan pengguna,” ujar Pratikno.

Ia menilai upaya literasi digital yang selama ini dilakukan pemerintah belum cukup tanpa dukungan sistem perlindungan yang kuat dari penyedia platform. Menurutnya, mekanisme otomatis seperti penyaringan konten, penguatan kontrol orang tua, serta perlindungan data harus dioptimalkan.

Baca Juga:  Konsolidasi Kabinet: Inilah Alasan Prabowo Gelar Retret Menteri di Hambalang Besok

Dalam kesempatan tersebut, Google menyatakan komitmennya untuk mendukung keamanan dan kesejahteraan digital di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Perusahaan teknologi itu mengalokasikan dana sekitar USD 5 juta atau setara Rp84 miliar untuk program literasi digital dan penguatan komunitas.

Program tersebut mencakup pelatihan bagi pendidik, pengembangan konten edukatif, serta penguatan ekosistem digital yang aman bagi anak-anak dan remaja. Langkah ini dinilai sejalan dengan kebijakan nasional Indonesia terkait perlindungan anak di ruang digital.

Pemerintah berharap kerja sama dengan perusahaan teknologi global tidak berhenti pada pernyataan komitmen, tetapi diwujudkan dalam langkah konkret yang dapat langsung dirasakan masyarakat luas.

Perspektif ArgumenRakyat.com
Dorongan pemerintah kepada Google menunjukkan meningkatnya kesadaran negara terhadap pentingnya keamanan dan kedaulatan ruang digital. Namun, tantangan utama bukan sekadar membangun kemitraan, melainkan memastikan platform digital benar-benar patuh terhadap regulasi nasional.

Baca Juga:  Selama Ramadan, BGN Sesuaikan Distribusi Program Makan Bergizi Gratis

Selama ini, beban perlindungan pengguna kerap dibebankan pada literasi masyarakat, sementara tanggung jawab korporasi teknologi masih bersifat normatif. Tanpa pengawasan ketat dan mekanisme sanksi yang jelas, komitmen keamanan digital berisiko menjadi jargon semata.

Negara perlu memastikan bahwa dominasi platform global tidak menggerus hak dan keselamatan warga di ruang digital. Perlindungan anak, transparansi algoritma, dan pengendalian konten harus menjadi agenda nyata, bukan sekadar bagian dari kampanye tahunan.

Sumber Referensi:
• Antara News – Pernyataan Menko PMK dalam Safer Internet Day 2026
• DetikInet – Program literasi dan kesejahteraan digital Google
• RRI – Tanggung jawab platform digital dalam perlindungan pengguna
• Reuters – Isu global keamanan dan regulasi platform teknologi

Berita Terkait

DDR6 Datang, Harga “Ngeri”: Teknologi Masa Depan yang Belum Ramah Dompet
Tragedi Berdarah di Kota Tual: Siswa MTs Tewas Dianiaya Oknum Brimob, DPR RI Selly Gantina: Ini Keji dan Biadab!
Pemerintah Tambah TKD Rp10,65 Triliun untuk Pemulihan Pascabencana Sumatra 2026, Rp4,2 Triliun Cair Februari
Lukisan “Kuda Api” Karya Susilo Bambang Yudhoyono Laku Dilelang Rp6,5 Miliar
Fenomena ‘Gamis Bini Orang’ Guncang Tren Lebaran 2026: Dari Viral TikTok Hingga Tembus Pasar Afrika
Comeback Politik: Ahmad Sahroni Resmi Kembali Jabat Wakil Ketua Komisi III DPR RI Usai Jalani Sanksi 6 Bulan
YouTube Down Pagi Ini 18 Februari 2026: Layanan Eror, Beranda Kosong, Ini Penjelasannya!
Kenapa Muhammadiyah dan Arab Saudi Bisa Sepakat? Ini Penjelasan Awal Ramadan 1447 H

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 23:24 WIB

DDR6 Datang, Harga “Ngeri”: Teknologi Masa Depan yang Belum Ramah Dompet

Sabtu, 21 Februari 2026 - 22:51 WIB

Tragedi Berdarah di Kota Tual: Siswa MTs Tewas Dianiaya Oknum Brimob, DPR RI Selly Gantina: Ini Keji dan Biadab!

Jumat, 20 Februari 2026 - 04:51 WIB

Pemerintah Tambah TKD Rp10,65 Triliun untuk Pemulihan Pascabencana Sumatra 2026, Rp4,2 Triliun Cair Februari

Kamis, 19 Februari 2026 - 17:34 WIB

Fenomena ‘Gamis Bini Orang’ Guncang Tren Lebaran 2026: Dari Viral TikTok Hingga Tembus Pasar Afrika

Kamis, 19 Februari 2026 - 15:24 WIB

Comeback Politik: Ahmad Sahroni Resmi Kembali Jabat Wakil Ketua Komisi III DPR RI Usai Jalani Sanksi 6 Bulan

Berita Terbaru