Mengetuk Pintu 2026: Indonesia Resmi Masuki Era KUHP Baru, Apa Saja yang Berubah?

- Jurnalis

Sabtu, 3 Januari 2026 - 15:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indonesia Resmi Masuki Era KUHP Baru

Indonesia Resmi Masuki Era KUHP Baru

JAKARTA, ArgumenRakyat.com – Tepat pada Januari 2026, wajah hukum pidana Indonesia resmi berganti secara total. Setelah masa transisi selama tiga tahun sejak disahkan pada 2023, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) kini menjadi panglima hukum menggantikan produk hukum kolonial Belanda (WvS).

Pemerintah melalui Kementerian Hukum mempertegas bahwa seluruh aparat penegak hukum mulai dari Kepolisian, Kejaksaan, hingga Hakim kini wajib menggunakan rujukan hukum nasional yang baru.

1. Keadilan Korektif: Bukan Sekadar Penjara

Salah satu perubahan paling fundamental dalam KUHP Baru ini adalah pergeseran filosofi hukum dari retributif (balas dendam) menjadi korektif dan rehabilitatif.

  • Pidana Kerja Sosial: Bagi pelaku tindak pidana dengan ancaman di bawah 5 tahun, hakim kini didorong untuk menjatuhkan pidana kerja sosial atau denda, guna mengurangi kepadatan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang sudah overcapacity.

  • Tujuan Hukum: Hukum kini lebih difokuskan pada pemulihan korban dan perbaikan diri pelaku.

Baca Juga:  Capaian Gemilang Akhir Tahun: Indonesia Catat "Zero Terror Attack" Sepanjang 2025, Polri Waspadai Radikalisme Digital

2. Sorotan Pasal Kontroversial: Penghinaan Pejabat & Ranah Privat

Meski sudah berlaku, beberapa pasal tetap menjadi perhatian publik dan aktivis HAM di awal tahun ini:

  • Penghinaan Presiden & Lembaga Negara: Pasal ini kini bersifat delik aduan. Artinya, proses hukum hanya bisa berjalan jika pihak yang dihina (Presiden/Wapres/Lembaga Negara) melaporkan secara langsung.

  • Kesusilaan: Pasal terkait kohabitasi (kumpul kebo) dan perzinahan juga tetap menjadi delik aduan yang hanya bisa dilaporkan oleh orang tua, anak, atau pasangan (suami/istri).

  • Kritik vs Penghinaan: Pemerintah mengklaim telah menyiapkan pedoman interpretasi agar pasal-pasal ini tidak menjadi “pasal karet” yang membungkam kritik publik.

3. Pidana Mati dengan Masa Percobaan

KUHP Baru memperkenalkan mekanisme pidana mati yang “unik”. Hakim kini dapat menjatuhkan pidana mati dengan masa percobaan 10 tahun. Jika dalam 10 tahun terpidana menunjukkan kelakuan terpuji dan menyesali perbuatannya, hukuman mati dapat diubah menjadi penjara seumur hidup melalui Keputusan Presiden.

Baca Juga:  Konektivitas Tanpa Batas: Satelit Merah Putih-2 Resmi Beroperasi untuk Perkuat Internet di Wilayah 3T

Argumen Kita: Ujian Berat di Tangan Penegak Hukum

ArgumenRakyat.com memandang bahwa berlakunya KUHP Baru adalah langkah besar menuju dekolonisasi hukum. Namun, tantangan terbesarnya bukan pada teks undang-undangnya, melainkan pada integritas penegak hukum.

Tanpa pengawasan ketat, pasal-pasal aduan bisa saja menjadi alat negosiasi atau kriminalisasi di tingkat bawah. Transisi ini harus dikawal dengan edukasi masif kepada masyarakat agar warga paham mana yang merupakan hak berpendapat dan mana yang merupakan pelanggaran pidana.


Apa yang Harus Anda Tahu Hari Ini?

  • Sosialisasi Berlanjut: Kemenkumham masih membuka kanal pengaduan dan tanya jawab terkait interpretasi pasal KUHP di seluruh wilayah Indonesia.

  • Nasib Perkara Lama: Perkara yang terjadi sebelum Januari 2026 akan diproses menggunakan aturan yang paling meringankan bagi terdakwa (asas lex favor reo).(**)

Berita Terkait

Jalur Pantura Masih Terkendala: KAI Batalkan 34 Perjalanan Kereta Api Per 19 Januari, Simak Daftar Lengkapnya
Evakuasi Pesawat ATR Indonesia Air Transport: Puing Ditemukan di Gunung Bulusaraung Maros, Satu Korban Teridentifikasi
Gebrakan Politik Baru: Partai Gema Bangsa Deklarasi di JCC, Usung Misi Indonesia Mandiri dan Dukung Prabowo 2029
Bitcoin Cetak Rekor Fantastis Rp1,6 Miliar: Arus Masuk ETF dan Data Inflasi AS Jadi Katalis Utama
Darurat Udara! Pesawat ATR 400 Indonesia Air Transport Hilang Kontak di Maros, Basarnas Sisir Kawasan Leang-Leang
Mandat Biodiesel B50 Resmi Dibatalkan, Pemerintah Pilih Pertahankan B40 Demi Keamanan Mesin Industri
Anomali Harga Pangan 2026: Cabai Anjlok Hingga 18 Persen, Harga Beras dan Minyak Goreng Kian Menghimpit Rakyat
Transformasi Digital Polri: ETLE Drone Patroli Presisi Resmi Mengangkasa, Incar Pelanggar dari Udara
Tag :

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 14:05 WIB

Jalur Pantura Masih Terkendala: KAI Batalkan 34 Perjalanan Kereta Api Per 19 Januari, Simak Daftar Lengkapnya

Minggu, 18 Januari 2026 - 21:30 WIB

Evakuasi Pesawat ATR Indonesia Air Transport: Puing Ditemukan di Gunung Bulusaraung Maros, Satu Korban Teridentifikasi

Sabtu, 17 Januari 2026 - 17:04 WIB

Gebrakan Politik Baru: Partai Gema Bangsa Deklarasi di JCC, Usung Misi Indonesia Mandiri dan Dukung Prabowo 2029

Sabtu, 17 Januari 2026 - 16:27 WIB

Bitcoin Cetak Rekor Fantastis Rp1,6 Miliar: Arus Masuk ETF dan Data Inflasi AS Jadi Katalis Utama

Sabtu, 17 Januari 2026 - 16:01 WIB

Darurat Udara! Pesawat ATR 400 Indonesia Air Transport Hilang Kontak di Maros, Basarnas Sisir Kawasan Leang-Leang

Berita Terbaru

Opini

POLITIK JULO-JULO

Minggu, 18 Jan 2026 - 11:27 WIB