Lipedema vs Lemak Biasa: Kenali Ciri yang Membedakan

- Jurnalis

Selasa, 29 September 2026 - 10:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lipedema vs Lemak Biasa: Kenali Ciri yang Membedakan. (Foto: CNN Indonesia)

Lipedema vs Lemak Biasa: Kenali Ciri yang Membedakan. (Foto: CNN Indonesia)

Jakarta, ArgumenRakyat.com — Sudah rutin berolahraga dan mengatur pola makan, tetapi ukuran paha atau betis tak juga berubah? Bisa jadi penyebabnya bukan lemak biasa, melainkan lipedema.

Lipedema adalah kondisi kronis yang ditandai penumpukan jaringan lemak secara tidak normal, terutama di bokong, paha, tungkai, dan kadang lengan. Kondisi ini lebih banyak dialami perempuan dan kerap dikaitkan dengan perubahan hormonal seperti pubertas, kehamilan, atau menopause.

Karena bentuk tubuhnya sekilas menyerupai kelebihan berat badan, lipedema sering tidak dikenali sejak awal. Faktor genetik juga diduga berperan karena kondisi ini bisa ditemukan pada lebih dari satu anggota keluarga.

Baca Juga:  BPJS Keliling Hadir di Polres Sijunjung, Permudah Urus JKN

Tiga Ciri Khas Lipedema

Ciri pertama, penumpukan lemak terjadi secara relatif simetris pada kedua sisi tubuh, umumnya bagian bawah tubuh tampak jauh lebih besar dibanding bagian atas. Ciri kedua, jaringan lemak itu sulit berkurang meski berat badan turun lewat pola makan sehat dan aktivitas fisik.

Ciri ketiga, jaringan yang terdampak bisa terasa nyeri atau sensitif saat disentuh, mudah memar tanpa benturan jelas, serta terasa berat menjelang akhir hari. Pada sebagian orang, tungkai membesar sementara telapak kaki relatif normal sehingga terlihat batas yang cukup tegas.

Baca Juga:  Tren Es Kopi Pisang, Benarkah Lebih Bernutrisi?

Jangan Simpulkan dari Foto

Kemiripan bentuk tubuh membuat lipedema kerap disalahartikan sebagai obesitas, padahal keduanya kondisi berbeda. Seseorang dengan lipedema tetap bisa mengalami kelebihan berat badan, dan pembengkakan pada tungkai juga bisa disebabkan gangguan sistem limfatik atau masalah pembuluh darah.

Karena itu, diagnosis sebaiknya tidak dilakukan hanya berdasar bentuk tubuh atau perbandingan foto di internet. Ketika keluhan nyeri, mudah memar, atau pembesaran tungkai mulai mengganggu aktivitas harian, sebaiknya periksakan diri ke tenaga kesehatan agar penyebabnya dipastikan dan penanganan bisa dilakukan lebih dini.

Berita Terkait

Alasan Anak Suka Mengobrol dengan Boneka
Olahraga Tepat untuk Cegah Osteoporosis Sejak Dini
7 Cara Mengatasi Anak Susah Belajar Membaca Tanpa Memaksa
Bahaya Karbon Monoksida yang Tak Berwarna dan Tak Berbau
5 Cara Mengatasi Anak Kecanduan Merokok secara Bertahap
Maltodekstrin Bukan Gula, Ini Fungsi dan Peran dalam Pangan
7 Negara dengan Visa Kerja Termudah untuk Pekerja
7 Tanda Kecerdasan Emosional Perlu Dilatih Lagi

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:02 WIB

Alasan Anak Suka Mengobrol dengan Boneka

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Olahraga Tepat untuk Cegah Osteoporosis Sejak Dini

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:08 WIB

7 Cara Mengatasi Anak Susah Belajar Membaca Tanpa Memaksa

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Bahaya Karbon Monoksida yang Tak Berwarna dan Tak Berbau

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:52 WIB

5 Cara Mengatasi Anak Kecanduan Merokok secara Bertahap

Berita Terbaru

Pentas seni tradisional randai Minangkabau di lapangan dengan rumah adat beratap gonjong di belakangnya. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Deni Dahniel (CC BY-SA 4.0))

Budaya

Tradisi Lukah Gilo Solok Difilmkan agar Tak Lenyap

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:46 WIB

Lembar uang rupiah kertas, ilustrasi pengelolaan anggaran daerah. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Pak.syafda (CC BY-SA 4.0))

Daerah

Efisiensi Anggaran, Pokir DPRD 50 Kota Tak Tersalur

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:45 WIB

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta. (Foto: iNews.id)

Nasional

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:40 WIB

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot. (Foto: Dok. DPR)

Nasional

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:34 WIB

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:29 WIB