CARACAS, ArgumenRakyat.com – Dunia internasional saat ini tengah diguncang oleh eskalasi militer besar-besaran di Amerika Latin. Sebab, pasukan militer Amerika Serikat dilaporkan telah melakukan intervensi langsung ke Venezuela untuk menangkap Presiden Nicolás Maduro. Akibatnya, ketidakpastian geopolitik ini memicu kepanikan di pasar finansial global, yang berdampak langsung pada meroketnya harga aset aman (safe haven) seperti emas.
Gejolak ini diperkirakan akan terus berlanjut seiring dengan reaksi keras dari negara-negara sekutu Venezuela di panggung diplomasi internasional.
Emas Menembus Rekor Baru di Awal 2026
Ketegangan di Venezuela telah membuat investor berbondong-bondong mengalihkan modal mereka ke logam mulia. Oleh karena itu, harga emas domestik maupun internasional mencatatkan kenaikan yang sangat signifikan dalam kurun waktu 24 jam terakhir.
-
Harga Emas Antam: Di Indonesia, harga emas melonjak tajam hingga menembus angka Rp2,54 juta per gram.
-
Kenaikan Global: Di pasar internasional, harga emas melampaui level psikologis baru seiring melemahnya kepercayaan pasar terhadap stabilitas mata uang fiat di tengah konflik.
-
Aset Lindung Nilai: Para analis menilai emas kembali membuktikan perannya sebagai pelindung nilai utama saat risiko perang pecah secara terbuka.
Dampak Rantai Pasok Energi Global
Selain itu, krisis ini juga mengancam stabilitas pasokan energi dunia. Mengingat Venezuela merupakan salah satu negara dengan cadangan minyak terbesar, gangguan pada produksinya mulai membebani harga minyak mentah dunia. Namun, Amerika Serikat berdalih bahwa intervensi ini diperlukan untuk memulihkan demokrasi dan stabilitas di kawasan tersebut. Maka dari itu, ketegangan antara blok Barat dan Timur (Rusia-Tiongkok) diprediksi akan semakin meruncing di Dewan Keamanan PBB.
Argumen Kita: Waspada Inflasi Energi dan Pangan
ArgumenRakyat.com memandang bahwa krisis di Venezuela bukan hanya masalah politik regional. Tetapi, bagi rakyat Indonesia, hal ini merupakan alarm akan potensi kenaikan inflasi akibat harga energi yang melambung. Terakhir, pemerintah diharapkan segera menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global 2026 ini.(**)







![Penetapan Indonesia sebagai Dewan HAM PBB 2026. [Foto: kemlu.go.id]](https://argumenrakyat.com/wp-content/uploads/2026/01/IMG_20260110_160318-e1768216728409-360x200.jpg)

