JAKARTA, ArgumenRakyat.com – Senyum sumringah terpancar dari wajah jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh pelosok negeri. Memasuki detik-detik akhir bulan Desember 2025, pemerintah melalui Kementerian Sosial resmi mencairkan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap 4 secara serentak sejak Selasa (30/12).
Penyaluran dana bantuan ini menjadi “angin segar” bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah untuk memenuhi kebutuhan pokok menjelang perayaan Tahun Baru 2026, di tengah fluktuasi harga pangan yang kerap terjadi di akhir tahun.
Penyaluran Lewat Kartu Keluarga Sejahtera (KKS)
Berdasarkan pantauan tim ArgumenRakyat.com di sejumlah titik Bank Himbara (BNI, BRI, Mandiri, dan BSI), warga mulai mengantre di mesin ATM dan agen bank resmi sejak pagi hari. Penyaluran kali ini difokuskan melalui skema cashless menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) guna memastikan transparansi dan mencegah terjadinya potongan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu untuk beli beras dan kebutuhan sekolah anak di awal tahun nanti. Prosesnya juga cepat, tadi cek di ATM saldo sudah masuk,” ujar Ibu Sumiati, salah satu penerima manfaat di Jakarta Timur.
Rincian Bantuan yang Diterima
Pencapaian penyaluran tahap akhir ini meliputi beberapa kategori bantuan utama:
-
BPNT (Sembako): KPM menerima alokasi sebesar Rp400.000 (untuk periode November-Desember).
-
PKH Tahap 4: Besaran variatif tergantung komponen keluarga (Anak sekolah, balita, ibu hamil, lansia, atau penyandang disabilitas).
Kementerian Sosial memastikan bahwa data penerima telah melewati tahap sinkronisasi dengan DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) terbaru untuk meminimalisir salah sasaran.
Waspada Penipuan dan “Pungli”
Meski membawa kabar bahagia, pemerintah tetap memberikan imbauan keras agar masyarakat waspada terhadap informasi hoaks terkait tambahan bansos yang beredar di aplikasi pesan singkat. KPM diingatkan bahwa:
-
Pencairan hanya dilakukan melalui mekanisme resmi bank atau PT Pos Indonesia.
-
Tidak ada biaya administrasi atau pemotongan dalam bentuk apa pun.
-
Masyarakat diminta segera melapor ke saluran pengaduan Kemensos jika menemukan praktik pungutan liar (pungli).
Menjaga Daya Beli Nasional
Analis ekonomi melihat bahwa pencairan bansos serentak di akhir tahun ini bukan hanya soal bantuan sosial, melainkan strategi makro untuk menjaga daya beli masyarakat. Dengan berputarnya uang di tingkat akar rumput, konsumsi rumah tangga diharapkan tetap stabil, yang pada akhirnya menopang pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal terakhir 2025.
ArgumenRakyat.com mengingatkan para KPM untuk menggunakan bantuan tersebut secara bijak dengan memprioritaskan kebutuhan pangan dan gizi keluarga daripada pengeluaran konsumtif untuk perayaan tahun baru.(**)







![Penetapan Indonesia sebagai Dewan HAM PBB 2026. [Foto: kemlu.go.id]](https://argumenrakyat.com/wp-content/uploads/2026/01/IMG_20260110_160318-e1768216728409-360x200.jpg)

