Bantul Diguncang Gempa M 4,4 Kedalaman 11 Km, Getaran Terasa Kuat di Seluruh Wilayah DIY

- Jurnalis

Selasa, 27 Januari 2026 - 18:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gempa di Bantul M 4,4 pada Selasa (27/1/2026). Foto: dok. BMKG DIY

Gempa di Bantul M 4,4 pada Selasa (27/1/2026). Foto: dok. BMKG DIY

YOGYAKARTA, ArgumenRakyat.com — Masyarakat di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dikejutkan oleh guncangan gempa bumi tektonik pada Selasa siang (27/1/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa berkekuatan Magnitudo 4,4 tersebut berpusat di wilayah daratan Kabupaten Bantul dengan kedalaman yang tergolong sangat dangkal.

Berdasarkan data informasi cepat yang dirilis BMKG, peristiwa ini terjadi tepat pada pukul 13.15 WIB. Episentrum gempa terletak pada koordinat 7,87 Lintang Selatan (LS) dan 110,49 Bujur Timur (BT), atau berjarak sekitar 15 kilometer timur laut dari pusat Kabupaten Bantul.

Kedalaman Dangkal Picu Getaran Nyata

Pusat gempa yang hanya berada di kedalaman 11 kilometer di bawah permukaan tanah menjadi faktor utama getaran dirasakan cukup nyata oleh warga. Karakteristik gempa dangkal seperti ini biasanya memicu guncangan yang lebih intens di permukaan meskipun skalanya berada di tingkat menengah.

Hingga Selasa sore, sejumlah wilayah di DIY melaporkan merasakan getaran dengan durasi beberapa detik, antara lain:

  • Kabupaten Bantul

  • Kota Yogyakarta

  • Kabupaten Sleman

  • Kabupaten Kulon Progo

  • Kabupaten Gunungkidul

Baca Juga:  Cuaca Buruk di Teluk Bone: KM Cahaya Intan Selebes Tenggelam, KM Mandala Nusantara Putar Balik

Banyak warga yang sedang beraktivitas di dalam gedung maupun rumah dilaporkan sempat berhamburan keluar karena panik. “Getarannya terasa cukup kuat, kaca jendela sempat bergetar kencang,” ujar salah satu warga di Kota Yogyakarta.

Laporan Kerusakan dan Kondisi Terkini

Meskipun memicu kepanikan sesaat, otoritas terkait melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan yang masif maupun korban jiwa akibat gempa tersebut. Tim reaksi cepat di tiap kabupaten saat ini tengah melakukan asesmen lapangan untuk memastikan keamanan infrastruktur publik.

BMKG juga menegaskan bahwa berdasarkan lokasi episentrum dan kedalaman hiposenternya, gempa ini merupakan jenis gempa bumi dangkal yang diakibatkan oleh aktivitas sesar lokal di wilayah setempat. Gempa ini dipastikan tidak berpotensi memicu gelombang tsunami.

Imbauan BMKG untuk Masyarakat

Merespons rentetan aktivitas tektonik di awal tahun 2026 ini, BMKG mengeluarkan sejumlah imbauan penting bagi masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya:

  1. Tetap Tenang: Warga diminta untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

  2. Hindari Bangunan Retak: Pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa atau tidak ada kerusakan akibat getaran sebelum kembali masuk ke dalam rumah.

  3. Pantau Kanal Resmi: Masyarakat diimbau untuk hanya mempercayai informasi yang bersumber dari kanal resmi BMKG (aplikasi infoBMKG, media sosial @infoBMKG, atau website resmi) serta akun pemerintah daerah setempat.

Baca Juga:  Skandal Investasi Kripto Terbesar 2026: Timothy Ronald Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Kerugian Ditaksir Tembus Rp200 Miliar

ArgumenRakyat.com akan terus memantau pembaruan data dari BMKG maupun laporan dari lapangan terkait dampak lanjutan dari gempa Bantul ini guna menjamin akurasi informasi bagi publik di tengah dinamika bencana awal tahun 2026.


Sumber Referensi:

  • Laporan Resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) per 27 Januari 2026.

  • Breaking News Kompas.tv: Gempa M 4,4 Guncang Bantul.

  • Update Nasional Priangan Timur News – Pikiran Rakyat.

Berita Terkait

Tragedi Berdarah di Kota Tual: Siswa MTs Tewas Dianiaya Oknum Brimob, DPR RI Selly Gantina: Ini Keji dan Biadab!
Pemerintah Tambah TKD Rp10,65 Triliun untuk Pemulihan Pascabencana Sumatra 2026, Rp4,2 Triliun Cair Februari
Viral Tangan Bayi Bengkak Usai Diinfus di RS Paramoun Makassar, Manajemen Beri Klarifikasi
Cuaca Buruk di Teluk Bone: KM Cahaya Intan Selebes Tenggelam, KM Mandala Nusantara Putar Balik
Babak Baru Kasus ‘Es Spons’ Kemayoran: Permohonan Maaf Aparat dan Perjuangan Memulihkan Martabat Suderajat
Update Investigasi Kematian Lula Lahfah: Polisi Periksa Reza Arap 5 Jam, Uji Labfor Temuan ‘Whip Pink’
Misteri Kematian Lula Lahfah: Polisi Ungkap Hasil Rekam Medis Besok, Reza Arap Tulis Pesan Haru
Evakuasi Pesawat ATR Indonesia Air Transport: Puing Ditemukan di Gunung Bulusaraung Maros, Satu Korban Teridentifikasi

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 22:51 WIB

Tragedi Berdarah di Kota Tual: Siswa MTs Tewas Dianiaya Oknum Brimob, DPR RI Selly Gantina: Ini Keji dan Biadab!

Jumat, 20 Februari 2026 - 04:51 WIB

Pemerintah Tambah TKD Rp10,65 Triliun untuk Pemulihan Pascabencana Sumatra 2026, Rp4,2 Triliun Cair Februari

Kamis, 19 Februari 2026 - 19:37 WIB

Viral Tangan Bayi Bengkak Usai Diinfus di RS Paramoun Makassar, Manajemen Beri Klarifikasi

Sabtu, 14 Februari 2026 - 18:34 WIB

Cuaca Buruk di Teluk Bone: KM Cahaya Intan Selebes Tenggelam, KM Mandala Nusantara Putar Balik

Rabu, 28 Januari 2026 - 21:49 WIB

Babak Baru Kasus ‘Es Spons’ Kemayoran: Permohonan Maaf Aparat dan Perjuangan Memulihkan Martabat Suderajat

Berita Terbaru