JAKARTA, ArgumenRakyat.com — Momen tak biasa terjadi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis malam (15/1/2026). Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto mencuri perhatian publik setelah datang menemui Presiden Prabowo Subianto dengan membonceng sepeda motor patroli dan pengawalan (Patwal).
Menteri lulusan ITB tersebut tiba melalui pintu pilar, Jakarta Pusat, sekitar pukul 20.25 WIB dengan menumpangi motor BMW K1600B yang dikemudikan oleh petugas kepolisian. Brian yang mengenakan batik lengan panjang berwarna cokelat langsung bergegas masuk ke dalam Istana tanpa menjawab detail alasan penggunaan motor tersebut kepada awak media.
Menariknya, mobil dinas resmi Mendikti bermerek Alphard hitam dengan pelat nomor RI 25 baru tampak tiba di Istana sekitar tujuh menit kemudian, atau pada pukul 20.32 WIB.
Tambahan Dana Riset Rp4 Triliun: Kampus Sebagai ‘Brains of Our Country’
Kehadiran Brian Yuliarto di Istana merupakan bagian dari agenda taklimat Presiden Prabowo yang mengumpulkan 1.200 rektor dan guru besar dari seluruh Indonesia. Dalam pertemuan strategis tersebut, Presiden Prabowo memberikan kado istimewa bagi dunia pendidikan tinggi dengan mengumumkan tambahan anggaran riset sebesar Rp4 triliun.
Dengan tambahan tersebut, total alokasi dana riset nasional tahun ini melonjak menjadi Rp12 triliun. Langkah ini ditegaskan sebagai komitmen pemerintah untuk menjadikan perguruan tinggi sebagai lokomotif kemandirian bangsa dan mesin hilirisasi industri nasional.
“Bapak Presiden menjuluki para rektor dan guru besar sebagai brains of our country. Beliau berharap perguruan tinggi benar-benar memainkan peran signifikan dalam mencetak SDM unggul untuk kebangkitan Indonesia Emas 2045,” ujar Brian Yuliarto usai pertemuan.
Transformasi Kepemimpinan di Kemendikti Saintek
Brian Yuliarto sendiri merupakan sosok yang relatif baru di kabinet setelah dilantik oleh Presiden Prabowo pada 19 Februari 2025. Ia menggantikan posisi Satryo Soemantri Brodjonegoro yang sebelumnya menjabat sebagai menteri pertama di sektor ini.
Pertemuan Kamis malam ini juga membahas sejumlah isu krusial lainnya, termasuk solusi terhadap kekurangan 100 ribu tenaga dokter di Indonesia serta penguatan riset di bidang semikonduktor untuk membangun industri chip nasional. Presiden menekankan bahwa riset kampus tidak boleh lagi sekadar menjadi dokumen akademik, tetapi harus mampu memberikan solusi nyata bagi permasalahan rakyat.
Perspektif ArgumenRakyat.com
ArgumenRakyat.com memandang aksi “naik motor” Mendikti Brian Yuliarto sebagai simbol urgensi dan kecepatan kerja yang diinginkan Presiden Prabowo di tahun 2026. Penambahan dana riset hingga Rp12 triliun adalah langkah progresif, namun tantangan sesungguhnya terletak pada transparansi dan efektivitas penggunaan anggaran tersebut agar benar-benar menetes ke sektor padat karya dan inovasi lokal. Kampus tidak hanya dituntut menjadi “otak” negara, tetapi juga “hati” yang peka terhadap kedaulatan pangan dan energi nasional.(**)
Sumber Referensi:
-
Laporan Investigasi Kompas.com: Mendikti Naik Motor ke Istana (15 Januari 2026).
-
Data Sekretariat Negara (Setneg): Taklimat Presiden Bersama Rektor.
-
Siaran Pers Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI.
-
Update Agenda Kabinet Merah Putih dari Tribunnews dan Kumparan.







![Penetapan Indonesia sebagai Dewan HAM PBB 2026. [Foto: kemlu.go.id]](https://argumenrakyat.com/wp-content/uploads/2026/01/IMG_20260110_160318-e1768216728409-360x200.jpg)

