Menlu Sugiono Tegaskan Dewan Perdamaian Harus Sejalan dengan DK PBB untuk Perdamaian Palestina

- Jurnalis

Jumat, 20 Februari 2026 - 05:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Luar Negeri RI Sugiono saat bertemu Sekretaris Jenderal PBB António Guterres di Markas Besar PBB, New York.
Sumber foto: Biro Pers Kementerian Luar Negeri RI / Kemlu RI

Menteri Luar Negeri RI Sugiono saat bertemu Sekretaris Jenderal PBB António Guterres di Markas Besar PBB, New York. Sumber foto: Biro Pers Kementerian Luar Negeri RI / Kemlu RI

Jakarta, 20 Februari 2026 – Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) harus berjalan seiring dengan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) dalam mendorong perdamaian Palestina.

Ia menyampaikan sikap tersebut saat menghadiri pertemuan DK PBB di Amerika Serikat, Rabu (18/2) waktu setempat. Menurut Sugiono, Dewan Perdamaian dan DK PBB memiliki mandat yang saling melengkapi. Karena itu, kedua lembaga tersebut harus bergerak dalam satu arah.

“Pendekatan Board of Peace yang tidak sejalan dengan PBB akan melemahkan kredibilitas dan pengaruh dewan itu sendiri,” tegasnya.

Baca Juga:  Misi Diplomasi 'Macan Asia': Prabowo Tiba di Washington, Bawa Agenda Pangkas Tarif Dagang dan Perdamaian Gaza

Indonesia Tegaskan Konsistensi pada Mandat PBB

Lebih lanjut, Sugiono menjelaskan Dewan Perdamaian lahir dari Resolusi DK PBB 2803 Tahun 2025. Resolusi itu juga memerintahkan pembentukan pasukan stabilisasi Gaza atau International Stabilization Force (ISF).

Oleh sebab itu, Indonesia menjalankan keanggotaan Dewan Perdamaian berdasarkan Piagam PBB dan prinsip multilateralisme. Selain itu, Indonesia tetap menjaga konsistensi pada hukum internasional yang telah disepakati komunitas global.

Dengan demikian, Indonesia tidak akan mengambil langkah yang bertentangan dengan mandat DK PBB. Bahkan, Indonesia akan membawa pesan tersebut dalam pertemuan perdana anggota Dewan Perdamaian di Washington DC.

Baca Juga:  Perjanjian Dagang Indonesia–Amerika Serikat Ditandatangani, Kabar Baik bagi 4 Juta Buruh Tekstil

Presiden Prabowo Hadiri Pertemuan Perdana

Sementara itu, Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri pertemuan kepala negara anggota Dewan Perdamaian di Washington DC.

Pertemuan tersebut menjadi agenda pertama sejak penandatanganan Piagam Dewan Perdamaian di Davos, Swiss, pada 22 Januari 2026. Karena itu, kehadiran Presiden memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi global.

Pada akhirnya, Indonesia terus mendorong penyelesaian konflik Palestina secara adil, komprehensif, dan berkelanjutan.


Sumber: Siaran Pers Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, 19 Februari 2026


Berita Terkait

Langkah Diplomasi: Usai Kunjungan ke Moskow, Presiden Prabowo Perkuat Kemitraan dengan Prancis di Istana Élysée
Kunjungan Presiden Prabowo ke Jepang Hasilkan Komitmen Investasi dan Perkuat Hubungan Strategis
Iran Beri Izin Kapal Pertamina Melintas di Selat Hormuz, Pelayaran Masih Tunggu Kesiapan
Iran Izinkan Kapal Pertamina Melintas di Selat Hormuz
Dua Kapal Tanker Minyak Sempat Ditarik, Pemerintah Bertindak Cepat Amankan Pasokan Energi Nasional
Sengketa Sawit Memanas, Indonesia Siap Tekan Uni Eropa Lewat WTO
Konflik Timur Tengah Memanas, Pencarian Kata Kunci “Imam Mahdi” Melonjak Tajam di Google
Konflik Timur Tengah Memanas, Pemerintah RI Mulai Evakuasi WNI dari Iran Jalur Darat

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 10:55 WIB

Langkah Diplomasi: Usai Kunjungan ke Moskow, Presiden Prabowo Perkuat Kemitraan dengan Prancis di Istana Élysée

Selasa, 31 Maret 2026 - 09:32 WIB

Kunjungan Presiden Prabowo ke Jepang Hasilkan Komitmen Investasi dan Perkuat Hubungan Strategis

Senin, 30 Maret 2026 - 15:07 WIB

Iran Beri Izin Kapal Pertamina Melintas di Selat Hormuz, Pelayaran Masih Tunggu Kesiapan

Minggu, 29 Maret 2026 - 14:02 WIB

Iran Izinkan Kapal Pertamina Melintas di Selat Hormuz

Kamis, 26 Maret 2026 - 22:25 WIB

Dua Kapal Tanker Minyak Sempat Ditarik, Pemerintah Bertindak Cepat Amankan Pasokan Energi Nasional

Berita Terbaru