Syarat Baru Berobat 2026: Peserta BPJS Kesehatan Wajib Skrining Riwayat Kesehatan, Ini Panduan Lengkapnya

- Jurnalis

Minggu, 11 Januari 2026 - 12:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi : Peserta BPJS Kesehatan Wajib Skrining Riwayat Kesehatan

Ilustrasi : Peserta BPJS Kesehatan Wajib Skrining Riwayat Kesehatan

JAKARTA, ArgumenRakyat.com — Memasuki awal tahun 2026, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan memberlakukan kebijakan baru yang wajib ditaati oleh seluruh peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Mulai 1 Januari 2026, setiap peserta diwajibkan untuk melakukan Skrining Riwayat Kesehatan (SRK) setidaknya satu kali dalam setahun sebagai syarat untuk mendapatkan pelayanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kebijakan ini diambil sebagai langkah preventif pemerintah untuk menekan angka penyakit tidak menular (PTM) yang kian meningkat. Dengan melakukan skrining lebih awal, potensi risiko kesehatan peserta dapat terdeteksi sejak dini sehingga penanganan medis dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat.

Mengapa Skrining Riwayat Kesehatan Itu Wajib?

Berdasarkan laporan dari Infobanknews, skrining ini bertujuan untuk memantau kondisi kesehatan peserta terhadap risiko empat penyakit kronis utama, yaitu diabetes melitus, hipertensi, penyakit ginjal kronik, serta jantung koroner. Deteksi dini menjadi kunci utama karena penyakit-penyakit tersebut sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal, namun berpotensi menyebabkan komplikasi berat jika terlambat ditangani.

Baca Juga:  BPJS Kesehatan Gelar Edukasi JKN di Polres Sijunjung

Langkah ini juga sejalan dengan target Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang memproyeksikan cakupan pemeriksaan kesehatan gratis menjangkau 45 persen penduduk usia dewasa di seluruh Indonesia pada tahun 2026.

Cara Melakukan Skrining Secara Digital dan Gratis

Peserta tidak perlu khawatir mengenai biaya atau birokrasi yang rumit. Proses Skrining Riwayat Kesehatan ini disediakan secara gratis dan dapat dilakukan dengan mudah melalui platform digital yang sudah disediakan oleh BPJS Kesehatan.

Berikut adalah langkah-langkah yang bisa diikuti peserta:

  1. Aplikasi Mobile JKN: Peserta dapat masuk ke menu “Skrining Riwayat Kesehatan” di aplikasi dan mengisi kuesioner yang tersedia.

  2. Situs Resmi BPJS Kesehatan: Pengisian juga bisa dilakukan melalui portal resmi bpjs-kesehatan.go.id.

  3. Layanan CHIKA: Peserta juga bisa memanfaatkan Chat Assistant JKN (CHIKA) melalui aplikasi pesan singkat untuk panduan pengisian.

Setelah mengisi sejumlah pertanyaan terkait gaya hidup dan riwayat kesehatan keluarga, sistem akan secara otomatis mengelompokkan hasil berdasarkan tingkat risiko: rendah, sedang, atau tinggi.

Baca Juga:  Viral Tangan Bayi Bengkak Usai Diinfus di RS Paramoun Makassar, Manajemen Beri Klarifikasi

Tindak Lanjut Hasil Skrining

Bagi peserta yang teridentifikasi memiliki risiko sedang atau tinggi, sistem akan langsung memberikan arahan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan. Peserta diminta untuk segera mengunjungi FKTP (Puskesmas atau Klinik) tempat mereka terdaftar guna mendapatkan konsultasi medis dan tes diagnostik lebih lanjut dari dokter.

“Melalui deteksi dini ini, diharapkan potensi penyakit dapat ditangani lebih cepat sehingga mencegah komplikasi di kemudian hari,” tulis laporan kebijakan tersebut.

Transformasi Layanan Kesehatan 2026

Kebijakan wajib skrining ini hanyalah bagian dari transformasi besar sistem kesehatan Indonesia di tahun 2026. Selain skrining, pemerintah juga sedang menguji coba sistem “Satu Sehat Rujukan” yang memungkinkan koordinasi antar-rumah sakit menjadi lebih lancar tanpa beban administrasi yang berbelit bagi pasien.

Masyarakat diimbau untuk segera melakukan skrining sebelum membutuhkan layanan pengobatan agar status kepesertaan tetap aktif untuk pelayanan di FKTP. Jika mengalami kendala teknis saat proses pengisian, peserta dapat menghubungi BPJS Kesehatan Care Center di nomor 165.(**)

Berita Terkait

Waspada Sayur Berformalin, Ini Cara Mendeteksinya
Telinga Tersumbat Lama? Bisa Jadi Gejala Kanker Nasofaring
512 Santri Keracunan MBG, BGN Suspend SPPG Sidoarjo 30 Hari
Frozen Yogurt atau Es Krim, Mana Lebih Aman untuk Gula Darah?
7 Cara Mengajarkan Anak Mengelola Emosi Sejak Dini
Batuk Akibat Asap Karhutla atau Pneumonia? Kenali Bedanya
Bahaya Menghirup Asap Karhutla bagi Tubuh dan Paru-paru
Banten Lampaui Target, Jadi Contoh Program CKG-TBC Nasional

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 10:21 WIB

Waspada Sayur Berformalin, Ini Cara Mendeteksinya

Rabu, 2 September 2026 - 16:35 WIB

Telinga Tersumbat Lama? Bisa Jadi Gejala Kanker Nasofaring

Rabu, 2 September 2026 - 16:20 WIB

512 Santri Keracunan MBG, BGN Suspend SPPG Sidoarjo 30 Hari

Rabu, 2 September 2026 - 10:20 WIB

Frozen Yogurt atau Es Krim, Mana Lebih Aman untuk Gula Darah?

Selasa, 1 September 2026 - 10:19 WIB

7 Cara Mengajarkan Anak Mengelola Emosi Sejak Dini

Berita Terbaru

13 Jenis Hamster yang Bisa Dipelihara Pemula. (Foto: CNN Indonesia)

Tips

13 Jenis Hamster yang Bisa Dipelihara Pemula

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:24 WIB

Chip AI China Melonjak Harga, Ini Faktor Kelangkaan. (Foto: CNN Indonesia)

Digital

Chip AI China Melonjak Harga, Ini Faktor Kelangkaan

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:19 WIB

Prabowo Tiba di India Hadiri KTT BRICS. (Foto: iNews.id)

Ekonomi

Prabowo Tiba di India Hadiri KTT BRICS

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:14 WIB

Dentuman Keras Gegerkan Warga Gorontalo Dini Hari. (Foto: Dok. ANTARA)

Nasional

Dentuman Keras Gegerkan Warga Gorontalo Dini Hari

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:08 WIB