LIMAPULUH KOTA, ArgumenRakyat.com – Warga di wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, dikagetkan dengan munculnya fenomena lubang amblas atau sinkhole secara tiba-tiba di lahan perkebunan. Sebab, lubang dengan kedalaman signifikan tersebut muncul pasca-hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir. Oleh karena itu, otoritas setempat kini telah memasang garis polisi guna mencegah warga mendekat ke lokasi yang dinilai masih labil.
Peristiwa ini menjadi viral di media sosial dan mengundang perhatian para ahli geologi untuk meneliti struktur tanah di kawasan tersebut.
Penyebab dan Kronologi Munculnya Lubang
Berdasarkan keterangan saksi mata di lapangan, amblasnya tanah terjadi secara mendadak tanpa ada tanda-tanda getaran sebelumnya. Namun, tim ahli menduga bahwa faktor hidrologi bawah tanah menjadi pemicu utama.
-
Intensitas Hujan: Curah hujan yang ekstrem di awal tahun 2026 menyebabkan debit air di rongga bawah tanah meningkat drastis.
-
Struktur Karst: Wilayah Lima Puluh Kota sebagian besar memiliki struktur batuan gamping (karst) yang mudah larut oleh air. Akibatnya, tercipta rongga di bawah permukaan yang sewaktu-waktu dapat runtuh.
-
Luas Terdampak: Lubang dilaporkan memiliki diameter sekitar 5-7 meter dengan kedalaman yang masih terus dipantau perkembangannya.
Langkah Mitigasi dan Peringatan Dini
Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lima Puluh Kota mengimbau warga di sekitar lokasi untuk tetap waspada terhadap potensi amblasan susulan. Maka dari itu, langkah-langkah darurat mulai diberlakukan demi menjaga keselamatan jiwa. Bahkan, koordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah dilakukan untuk melakukan pemetaan area rawan. Terakhir, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas pertanian atau penggembalaan ternak di sekitar titik amblasan hingga situasi dinyatakan benar-benar aman.
Argumen Kita: Pentingnya Pemetaan Kawasan Rawan
ArgumenRakyat.com memandang bahwa fenomena sinkhole di Lima Puluh Kota adalah pengingat akan pentingnya pemetaan geologi yang lebih detail. Meskipun merupakan fenomena alami, pemerintah daerah perlu memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai ciri-ciri tanah yang rawan amblas agar dampak kerugian dapat diminimalisir di masa depan.(**)







![Penetapan Indonesia sebagai Dewan HAM PBB 2026. [Foto: kemlu.go.id]](https://argumenrakyat.com/wp-content/uploads/2026/01/IMG_20260110_160318-e1768216728409-360x200.jpg)

