BOGOR, ArgumenRakyat.com – Agenda retret kabinet di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, resmi berakhir pada Rabu (7/1/2026). Sebab, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan final yang sangat tegas kepada jajaran menteri dan wakil menteri. Oleh karena itu, seluruh anggota Kabinet Merah Putih kini diminta langsung tancap gas melaksanakan program prioritas dalam “Aksi Cepat” 100 hari pertama di tahun 2026 ini.
Pertemuan tertutup tersebut dilaporkan membuahkan sejumlah komitmen krusial yang menyasar langsung persoalan pokok rakyat.
Poin Utama: Swasembada Pangan dan Subsidi Tepat Sasaran
Dalam arahan penutupnya, Presiden menekankan bahwa efisiensi birokrasi harus segera diwujudkan. Namun, fokus utama pemerintah tetap pada penguatan ketahanan nasional di tengah ketidakpastian global.
-
Akselerasi Pangan: Kementan dan Kementerian PU diminta bekerja sama mempercepat audit lahan dan pengairan untuk mendukung target swasembada.
-
Reformasi Subsidi: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) diinstruksikan untuk memfinalisasi data penerima subsidi energi agar lebih akurat dan tepat sasaran.
-
Evaluasi Triwulan: Presiden menegaskan akan ada evaluasi kinerja setiap tiga bulan. Bahkan, Prabowo tidak segan melakukan perombakan jika ada kementerian yang gagal mencapai target jangka pendek.
Sinergi dan Kedisiplinan Kabinet
Selain itu, pemilihan lokasi Hambalang dianggap berhasil membangun solidaritas tim yang lebih kuat. Akibatnya, para menteri kini diharapkan memiliki frekuensi yang sama dalam menerjemahkan visi besar Presiden di lapangan. Meskipun tekanan ekonomi dunia sedang tinggi, Presiden meminta jajarannya tidak mencari alasan dan tetap fokus bekerja. Maka dari itu, koordinasi lintas kementerian akan menjadi kunci utama agar tidak ada lagi kebijakan yang saling bertabrakan.
Argumen Kita: Menanti Bukti Nyata di Lapangan
ArgumenRakyat.com memandang bahwa retret ini adalah momentum penting untuk menyatukan barisan. Tetapi, publik tidak hanya butuh simbolisme kedisiplinan, melainkan hasil nyata yang bisa dirasakan di pasar-pasar dan rumah tangga. Terakhir, keberhasilan “Aksi Cepat” 100 hari ini akan menjadi tolok ukur kepercayaan masyarakat terhadap stabilitas pemerintahan di tahun 2026.(**)







![Penetapan Indonesia sebagai Dewan HAM PBB 2026. [Foto: kemlu.go.id]](https://argumenrakyat.com/wp-content/uploads/2026/01/IMG_20260110_160318-e1768216728409-360x200.jpg)

