Argumenrakyat.com — Generasi muda yang maju, berilmu, dan berakhlak mulia sangat ditentukan oleh peran orang tua dalam mengajar, mendidik, dan melatih. Hal tersebut disampaikan oleh H. Maharni Zul, tokoh ulama sekaligus Cadiak Pandai Nagari Koto Nan Ompek, yang juga merupakan mantan Anggota DPRD Kota Payakumbuh periode 2019–2024, saat ditemui Jurnalis Argumenrakyat.com. 05 Januari 2026
“Secara pribadi, secara agama, adat, dan negara, lahirnya generasi unggul terletak pada cara orang tua mentransfer ilmu. Mengajar adalah mentransfer ilmu, mendidik adalah bagaimana menggunakan ilmu, dan melatih adalah bagaimana cara bekerja,” ujar Maharni Zul.
Wawancara ringan ini mengangkat tema “Generasi Muda di Era Digitalisasi”, dengan fokus pada delapan indikator penting yang harus dimiliki generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman.
Delapan Indikator Generasi Muda Unggul
Pertama, Berilmu.
Generasi muda harus memiliki pengetahuan umum, pengetahuan agama, adat, dan pengetahuan khusus. Sekolah hanya dibatasi oleh kurikulum, sehingga generasi muda dituntut rajin membaca, berkomunikasi, mendengar, memperhatikan, dan menyimak.
Kedua, Beriman dan Bertakwa.
Pemahaman agama menjadi landasan utama dalam membentuk kepribadian generasi muda.
Ketiga, Berakhlakul Karimah.
Dalam beragama disebut akhlak, sedangkan dalam bernegara disebut moral. Artinya, berbudi pekerti yang baik. “Hendaknya ada segolongan dari kamu yang menyeru kepada kebaikan, itulah orang-orang yang beruntung,” ujarnya. Tugas ini menjadi tanggung jawab orang tua, niniak mamak, alim ulama, dan negara.
Keempat, Aktif dan Kreatif.
Aktif berarti giat, sedangkan kreatif berarti memiliki ide, prakarsa, dan gagasan.
Kelima, Jujur.
Tanpa kejujuran, seseorang tidak akan mendapatkan kepercayaan dari orang lain.
Keenam, Disiplin.
Mematuhi peraturan dan tidak menyia-nyiakan waktu.
Ketujuh, Bertanggung Jawab.
Setiap pekerjaan, baik untuk diri sendiri maupun tugas dari atasan, harus dilaksanakan dengan tekun dan penuh tanggung jawab.
Kedelapan, Mampu Bekerja Sama atau Berkolaborasi.
Membangun sinkronisasi, persahabatan, serta kerja bersama dalam mencapai tujuan.
“Jika kita perhatikan kondisi di kota kita, sangat miris. Generasi dengan kriteria ini ada, tetapi jumlahnya masih sangat sedikit,” ujar Maharni Zul dengan nada serius.
Motivasi sebagai Titik Awal
Menjawab pertanyaan Jurnalis Argumenrakyat.com mengenai dari mana generasi muda harus memulai, Maharni Zul menjelaskan bahwa langkah awal berasal dari motivasi intrinsik, yaitu dorongan dari dalam diri seperti minat, kepuasan, dan kesenangan pribadi terhadap suatu aktivitas. Selanjutnya, motivasi ekstrinsik datang dari luar diri, seperti pengakuan, nilai yang baik, atau hadiah.
“Mulailah dari niat, kemudian azam atau tekad yang kuat. Jika ini dipahami, tidak ada jurang yang terlalu dalam atau gunung yang terlalu tinggi untuk digapai,” ungkapnya. Setelah itu diperlukan mujahadah, yakni bersungguh-sungguh dan berjuang keras. Dari seluruh proses tersebut, hasilnya harus diterima dengan ikhlas dan tawakal, agar selamat dunia dan akhirat.
“Inilah harapan kita bersama, semoga generasi muda paham dan mampu mengamalkan nilai-nilai yang kita sampaikan,” tutupnya.
(Herman R)







![Penetapan Indonesia sebagai Dewan HAM PBB 2026. [Foto: kemlu.go.id]](https://argumenrakyat.com/wp-content/uploads/2026/01/IMG_20260110_160318-e1768216728409-360x200.jpg)

