Siklon Hayley Mengamuk: Puluhan Ribu Hektare Sawah Terendam, Alarm Merah Ketahanan Pangan 2026

- Jurnalis

Sabtu, 3 Januari 2026 - 14:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puluhan Ribu Hektare Sawah Terendam Sumber foto : bantentv.com

Puluhan Ribu Hektare Sawah Terendam Sumber foto : bantentv.com

JAKARTA, ArgumenRakyat.com – Awal tahun 2026 yang seharusnya menjadi masa tanam harapan justru berubah menjadi duka bagi para petani. Siklon Tropis Hayley yang berputar di Samudra Hindia telah memicu curah hujan ekstrem, menyebabkan banjir bandang yang merendam puluhan ribu hektare lahan persawahan di sepanjang jalur Pantura Jawa dan sebagian wilayah Sumatera.

ADVERTISEMENT

🎙️ Info Sponsorship
Iklan

SCROLL TO RESUME CONTENT

Laporan terbaru dari Kementerian Pertanian mencatat bahwa wilayah terdampak terus meluas, meningkatkan kekhawatiran akan terjadinya gagal panen massal (puso) di kuartal pertama tahun ini.

Pemetaan Wilayah Terdampak

Data satelit cuaca menunjukkan bahwa pergerakan Siklon Hayley menciptakan sabuk hujan lebat yang tidak terputus di wilayah pesisir. Banjir tidak hanya merusak tanaman padi yang baru berumur 2-4 minggu, tetapi juga merusak infrastruktur irigasi desa.

  • Jawa Tengah & Jawa Barat: Wilayah Indramayu, Cirebon, hingga Brebes menjadi titik terparah dengan ketinggian air mencapai 50–100 cm di area persawahan.

  • Sumatera Bagian Selatan: Luapan sungai di Jambi dan Sumatera Selatan telah menenggelamkan ribuan hektare lahan pasang surut.

Baca Juga:  Isu Reshuffle Kabinet Merah Putih Memanas Pasca-Kunker Luar Negeri, PAN dan Golkar Kompak Tegaskan Hak Prerogatif Presiden

Dilema Petani: Antara Modal Ludes dan Ancaman Puso

Kondisi ini menempatkan petani pada posisi terjepit. Tanaman padi yang terendam air lebih dari tiga hari dipastikan akan membusuk dan mati.

“Kami baru saja selesai menanam pekan lalu dengan modal pinjaman. Jika air tidak surut dalam dua hari, bibit ini akan habis semua,” keluh seorang petani di Indramayu.

Analisis ArgumenRakyat.com:

  1. Potensi Inflasi Pangan: Jika puluhan ribu hektare ini benar-benar gagal panen, pasokan beras nasional untuk bulan Maret-April akan terganggu secara signifikan. Pemerintah harus bersiap dengan skema impor cadangan atau redistribusi stok Bulog agar harga di pasar tidak melonjak drastis.

  2. Urgensi Asuransi Pertanian: Kejadian ini kembali membuktikan bahwa program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Sayangnya, serapan asuransi di tingkat petani kecil masih tergolong rendah.

Baca Juga:  Mahfud Respons Pernyataan Prabowo Soal Londo Ireng: "Agak Menyakitkan"

Langkah Darurat Pemerintah

Menteri Pertanian dalam keterangan persnya hari ini menginstruksikan jajaran dinas terkait untuk segera melakukan:

  • Pompanisasi: Mengerahkan pompa air kapasitas besar untuk menyedot genangan di lahan produktif.

  • Bantuan Bibit: Menyiapkan cadangan bibit unggul bagi petani yang lahannya harus tanam ulang (re-planting).

  • Audit Irigasi: Memperbaiki tanggul-tanggul yang jebol akibat tekanan air yang ekstrem dari hulu.

Argumen Kita: Bukan Sekadar Faktor Alam

Kita tidak bisa terus-menerus menyalahkan alam setiap kali banjir datang. Siklon Hayley mungkin faktor pemicu, namun kerusakan lingkungan di wilayah hulu dan buruknya tata kelola drainase di wilayah hilir adalah penyebab sistemik yang harus dibenahi.

Pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi Danantara diharapkan mulai melirik investasi pada infrastruktur mitigasi bencana pertanian jangka panjang, bukan hanya proyek fisik di perkotaan.(**)

Berita Terkait

Rapor Merah Survei Kepuasan dan Tangkisan Lembut dari Istana
Mahfud Respons Pernyataan Prabowo Soal Londo Ireng: “Agak Menyakitkan”
Presiden Terima Surat Pengunduran Diri Gubernur BI Perry Warjiyo, Destry Damayanti Jadi Pjs
Sanksi Tutup Dapur Menanti: BGN Larang Keras Program Makan Bergizi Gratis Gunakan Barang Bersubsidi!
BUMN Obral Stok Hunian Mangkrak Lewat Danantara Housing, Ratusan Anak Usaha Mulai ‘Dibersihkan’
Pengamat Kebijakan UNPAD Sebut Pendirian Universitas Republik Indonesia Perlu Perencanaan Strategis Matang
Teka-teki Kipas Angin Rp 1,8 Triliun Koperasi Desa Merah Putih
Kapolri Buka Suara: Mengaku Pernah Ikut Tolak UU Cipta Kerja Diam-diam Bersama Buruh
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:37 WIB

Rapor Merah Survei Kepuasan dan Tangkisan Lembut dari Istana

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:36 WIB

Mahfud Respons Pernyataan Prabowo Soal Londo Ireng: “Agak Menyakitkan”

Senin, 27 Juli 2026 - 21:36 WIB

Presiden Terima Surat Pengunduran Diri Gubernur BI Perry Warjiyo, Destry Damayanti Jadi Pjs

Senin, 27 Juli 2026 - 21:31 WIB

Sanksi Tutup Dapur Menanti: BGN Larang Keras Program Makan Bergizi Gratis Gunakan Barang Bersubsidi!

Senin, 27 Juli 2026 - 21:19 WIB

BUMN Obral Stok Hunian Mangkrak Lewat Danantara Housing, Ratusan Anak Usaha Mulai ‘Dibersihkan’

Berita Terbaru

Foto: Presiden Prabowo Subianto (Dok. BPMI Setpres/Cahyo)

Nasional

Rapor Merah Survei Kepuasan dan Tangkisan Lembut dari Istana

Jumat, 31 Jul 2026 - 20:37 WIB

Foto: Presiden Prabowo Subianto (Dok. BPMI Setpres/Kris)

Politik

Isu Reshuffle Kabinet Agustus, Mensesneg Buka Suara

Jumat, 31 Jul 2026 - 20:33 WIB