JAKARTA, ArgumenRakyat.com — Maltodekstrin sering disalahpahami sebagai gula, padahal bahan yang banyak ditemukan dalam produk pangan itu memiliki fungsi tersendiri dalam proses pembuatan makanan dan minuman.
Maltodekstrin merupakan karbohidrat yang dihasilkan dari pengolahan pati melalui proses hidrolisis, yakni pemecahan molekul pati menjadi rantai karbohidrat lebih pendek. Bahan ini umumnya berbentuk serbuk putih dan dapat dibuat dari berbagai sumber pati tumbuhan seperti jagung, beras, kentang, atau gandum.
Fungsi Maltodekstrin dalam Produk Pangan
Dalam industri pangan, maltodekstrin digunakan untuk membantu membentuk karakteristik produk sesuai kebutuhan. Penggunaannya tidak hanya berkaitan dengan rasa, tetapi juga tekstur, kekentalan, kestabilan, hingga sensasi makanan saat dikonsumsi.
ADVERTISEMENT
Iklan Info Sponsorship →Dosen Teknologi Pangan Universitas Pelita Harapan (UPH), Julia R. Wijaya, menegaskan setiap bahan dalam formulasi pangan punya karakteristik berbeda. “Di sinilah bahan seperti maltodekstrin dibutuhkan. Maltodekstrin bukan gula atau gula tambahan. Struktur maltodekstrin berbeda dengan gula,” ujarnya.
Perbedaan dengan Gula
Menurut Julia, formulasi produk pangan tidak sesederhana mencampurkan bahan. Keberadaan suatu bahan tidak bisa langsung dinilai hanya berdasarkan namanya.
Karena itu, memahami fungsi maltodekstrin membantu konsumen menilai produk pangan secara lebih tepat, bukan sekadar menghindari bahan yang namanya terdengar asing.









