JAKARTA, ArgumenRakyat.com — Daging sapi mudah diolah menjadi beragam hidangan, tetapi cita rasa lezatnya bergantung pada proses marinasi yang tepat agar bumbu meresap sekaligus tekstur daging lebih empuk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Marinasi tidak cukup hanya dengan mencampur daging dan bumbu. Sejumlah hal sederhana perlu diperhatikan, mulai dari takaran bumbu, durasi perendaman, hingga cara menyimpan daging sebelum dimasak.
Sebagai patokan, siapkan sekitar 120 mililiter bumbu marinasi untuk setiap 450 hingga 900 gram daging sapi. Pastikan seluruh permukaan daging terkena bumbu agar rasanya lebih merata. Bila membuat marinasi dalam jumlah banyak, pisahkan sebagian yang belum bersentuhan dengan daging mentah untuk dipakai kembali.
Durasi dan Wadah yang Tepat
Tidak semua potongan daging membutuhkan waktu marinasi yang sama. Potongan yang sudah empuk cukup direndam 15 menit hingga dua jam untuk memberi cita rasa. Jika marinasi sekaligus bertujuan melunakkan daging, rendam minimal enam jam dan maksimal 24 jam. Marinasi terlalu lama, terutama dengan bahan bersifat asam, dapat memecah serat otot secara berlebihan sehingga tekstur daging justru lembek.
Gunakan kantong plastik khusus makanan, wadah kaca, atau wadah stainless steel untuk merendam daging. Hindari wadah yang mudah bereaksi dengan bahan asam dalam marinasi. Setelah daging dan bumbu tercampur, balik atau aduk daging sesekali agar paparan bumbu merata di setiap sisi.
Simpan di Kulkas dan Keringkan Sebelum Dimasak
Jangan pernah memarinasi daging di atas meja dapur atau di luar ruangan. Daging mentah yang terlalu lama berada pada suhu ruang menjadi tempat berkembangnya bakteri penyebab penyakit, sehingga setelah dicampur bumbu daging harus segera disimpan di kulkas.
Sebelum dimasak, keringkan permukaan daging agar proses pemanggangan atau penggorengan berjalan lebih baik. Terapkan pula formula marinasi sederhana dan perhatikan keamanan sisa marinasi: cairan yang sudah bersentuhan dengan daging mentah tidak boleh dipakai lagi kecuali dimasak terlebih dahulu.









