JAKARTA, ArgumenRakyat.com – Pengalaman perjalanan kereta api di Indonesia kembali naik kelas. PT Kereta Api Indonesia (Persero) resmi memperkenalkan armada Kereta Wisata Panoramic Generasi Baru yang mulai beroperasi penuh pada musim libur akhir tahun 2025. Inovasi ini hadir dengan teknologi kaca pintar (Smart Glass) yang memungkinkan penumpang menikmati pemandangan alam Indonesia tanpa gangguan terik matahari.
Peluncuran ini merupakan bagian dari upaya KAI untuk menghadirkan layanan transportasi yang tidak hanya sebagai alat perpindahan, tetapi juga sebagai bagian dari pengalaman gaya hidup dan wisata yang mewah.
Teknologi Kaca Pintar: Futuristik dan Nyaman
Berbeda dengan generasi pertamanya, Kereta Panoramic 2025 ini dilengkapi dengan sensor cahaya otomatis pada jendela dan atap kaca mewahnya. Teknologi Smart Glass ini secara cerdas akan menyesuaikan tingkat kegelapan kaca berdasarkan intensitas sinar matahari.
“Saat melintasi pegunungan Priangan yang cerah, kaca akan otomatis sedikit meredup untuk menjaga suhu kabin tetap sejuk tanpa menghalangi pandangan. Ini memberikan kenyamanan maksimal bagi penumpang yang ingin mengabadikan momen selama perjalanan,” ujar perwakilan KAI Wisata dalam peluncuran resmi di Stasiun Gambir (25/12).
Fasilitas Kelas Sultan di Atas Rel
Selain atap kaca yang luas, Kereta Panoramic Generasi Baru menawarkan sejumlah peningkatan fasilitas:
-
Kursi Ergonomis: Kursi yang dapat diputar 180 derajat dan memiliki ruang kaki (legroom) yang jauh lebih luas.
-
Layanan Kuliner Eksklusif: Sajian makanan dan minuman premium yang dikurasi khusus untuk melengkapi perjalanan jarak jauh.
-
Lounge di Atas Kereta: Area sosial mini di ujung gerbong yang didesain estetik untuk tempat berinteraksi antarpenumpang.
-
Audio-Visual Terintegrasi: Penumpang dapat mengakses informasi mengenai sejarah wilayah yang dilewati melalui tablet yang tersedia di setiap kursi.
Rute Favorit dan Harga Tiket
Untuk tahap awal di akhir tahun 2025, Kereta Panoramic Generasi Baru ini disematkan pada rangkaian kereta api eksekutif pilihan, seperti:
-
KA Argo Parahyangan (Jakarta – Bandung)
-
KA Argo Wilis (Bandung – Surabaya Gubeng via Yogyakarta)
-
KA Taksaka (Jakarta – Yogyakarta)
Harga tiket dibanderol mulai dari Rp450.000 hingga Rp1.200.000, tergantung rute dan waktu keberangkatan. Meskipun berada di segmen premium, minat masyarakat dilaporkan sangat tinggi dengan tingkat keterisian kursi mencapai 100% pada jadwal keberangkatan akhir pekan hingga Januari 2026.
Mendukung Pariwisata Berkelanjutan
Inovasi ini juga sejalan dengan kampanye Green Tourism yang digalakkan pemerintah. Dengan mendorong masyarakat menggunakan transportasi kereta api yang lebih rendah emisi dibandingkan kendaraan pribadi, KAI berharap Kereta Panoramic dapat menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi kreatif di sepanjang jalur perlintasan kereta.







![Penetapan Indonesia sebagai Dewan HAM PBB 2026. [Foto: kemlu.go.id]](https://argumenrakyat.com/wp-content/uploads/2026/01/IMG_20260110_160318-e1768216728409-360x200.jpg)

