Status Gunung Sinabung Turun dari Siaga Jadi Waspada

- Jurnalis

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Status Gunung Sinabung Turun dari Siaga Jadi Waspada. (Foto: Wikimedia Commons)

Status Gunung Sinabung Turun dari Siaga Jadi Waspada. (Foto: Wikimedia Commons)

KARO, ArgumenRakyat.com — Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menurunkan status Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada) terhitung mulai 17 Oktober 2026 pukul 09.00 WIB.

“Benar, tingkat aktifitas Gunung api Sinabung diturunkan dari level III (Siaga) menjadi level II (Waspada),” kata Kepala Pos Pemantau Gunung Sinabung, Badan Geologi Kementerian ESDM, Armen Putra.

Baca Juga:  Protes Suara Tadarus oleh WNA di Gili Trawangan Jadi Perhatian Publik

Penurunan Aktivitas Vulkanik

Secara visual, Gunung Sinabung terlihat jelas hingga tertutup kabut dengan asap kawah utama berwarna putih tipis hingga tebal setinggi 50-600 meter dari puncak.

Data kegempaan 8-15 Oktober 2026 mencatat empat kali gempa hembusan, dua kali gempa low frequency, lima kali gempa hybrid, tujuh kali gempa vulkanik dalam, serta 39 kali gempa tektonik jauh.

Baca Juga:  Purbaya Lakukan Sidak: Mengendus Laba di Balik Selubung Baja Pulogadung

Imbauan Radius Aman

Berdasarkan analisis hingga 15 Oktober 2026, Badan Geologi menilai aktivitas hembusan di puncak menurun signifikan dan jumlah gempa vulkanik dalam berkurang, sehingga potensi letusan pun ikut menurun.

Meski status diturunkan, masyarakat dan wisatawan diimbau tidak beraktivitas dalam radius 3 km dari puncak, serta radius sektoral 4 km untuk sektor selatan-timur Gunung Sinabung.

Berita Terkait

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta
Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot
Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan
Kabut Asap Karhutla Kembali Selimuti Palembang
IHSG Berpotensi Menguat Usai Respons Kebijakan Bursa
Motif Penembakan Polisi di Pondok Cabe Masih Didalami
Lahan Bekas Karhutla Dharmasraya 5,9 Ha Ditanami Sawit
Operasi SAR KM Feronia, 5 Perairan TN Komodo Ditutup

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:34 WIB

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:29 WIB

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:40 WIB

IHSG Berpotensi Menguat Usai Respons Kebijakan Bursa

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:35 WIB

Motif Penembakan Polisi di Pondok Cabe Masih Didalami

Berita Terbaru

Pentas seni tradisional randai Minangkabau di lapangan dengan rumah adat beratap gonjong di belakangnya. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Deni Dahniel (CC BY-SA 4.0))

Budaya

Tradisi Lukah Gilo Solok Difilmkan agar Tak Lenyap

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:46 WIB

Lembar uang rupiah kertas, ilustrasi pengelolaan anggaran daerah. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Pak.syafda (CC BY-SA 4.0))

Daerah

Efisiensi Anggaran, Pokir DPRD 50 Kota Tak Tersalur

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:45 WIB

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta. (Foto: iNews.id)

Nasional

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:40 WIB

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot. (Foto: Dok. DPR)

Nasional

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:34 WIB

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:29 WIB