JAKARTA, ArgumenRakyat.com — Gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika tidak hanya menyedot lebih dari 157 ribu pengunjung, tetapi juga mendongkrak omzet pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Lombok.
Ajang balap yang berlangsung tiga hari itu melibatkan 202 pelaku UMKM di bidang kerajinan dan makanan. Selain itu, lebih dari 600 stan UMKM membuka lapak di sekitar sirkuit, menawarkan produk langsung kepada penonton domestik maupun mancanegara.
Omzet Melonjak di Bazar Mandalika
Peningkatan pendapatan dirasakan Dewi Anjani, penyewa stan kuliner di Bazar Mandalika. Selama tiga hari penyelenggaraan, penjualannya melonjak jauh dibanding hari biasa.
ADVERTISEMENT
Iklan Info Sponsorship →“Apalagi ada event ini, benar-benar meledak. Biasanya cuma beberapa, kali ini benar-benar luar biasa,” kata Dewi Anjani.
Cerita serupa datang dari Sri Lestari, pemilik merek Riles Lestary yang menjual tenun modern khas Lombok di InJourney UMKM Expo. Ia mencatat penjualan tertinggi selama menjalankan usaha, dari biasanya Rp2 juta sampai Rp4 juta menjadi sekitar Rp10 juta.
Cerita Pelaku Usaha Lokal
Pelaku usaha lain, Samsudin, mengolah kelapa menjadi minyak kelapa dan virgin coconut oil lewat usaha Coco Sam yang memberdayakan ibu-ibu di sekitar Desa Sukadana. Selama acara berlangsung, pesanan dari tamu asing dan domestik meningkat.
Sakha, pemilik Epoh Roastery, memanfaatkan ajang itu untuk memperkenalkan biji kopi olahannya sekaligus memperluas jangkauan pasar. Harapan yang sama disampaikan para pelaku usaha: keterlibatan UMKM dalam event berskala internasional perlu terus dilanjutkan karena berdampak langsung pada pendapatan mereka.
Kisah Sri Lestari di Lombok terdengar sederhana, tetapi maknanya besar bagi ribuan pelaku usaha kecil. Dari lapak tenunnya, omzet yang biasanya berkisar Rp2 juta sampai Rp4 juta melonjak menjadi Rp10 juta dalam tiga hari gelaran balap internasional. Lonjakan itu terjadi bukan semata karena ramainya pengunjung, melainkan karena produknya terlihat mata dan bisa diceritakan ulang oleh siapa pun yang datang. Pelaku usaha yang siap dengan dokumentasi visual biasanya pulang membawa pesanan tambahan, bukan sekadar nota penjualan harian.
Di situlah peran konten video sebagai aset jangka panjang. Satu rekaman proses produksi bisa dipakai berulang untuk memperkenalkan usaha, membangun kepercayaan calon pembeli, sekaligus memperkuat strategi konten di media sosial. Ketika potongan video ditata dengan rapi dan dilengkapi kata kunci yang tepat, pekerjaan digital marketing tidak lagi berhenti di tontonan, tetapi ikut mendorong optimasi mesin pencari sehingga usaha kecil lebih mudah ditemukan orang yang memang sedang mencari produk serupa. Konsistensi merekam dan mengunggah jauh lebih menentukan dibanding peralatan mahal.
Kalau Anda ingin usaha Anda pun terlihat dan terdengar lebih luas, Dimensia Creative mendampingi mulai dari produksi konten video, live streaming kegiatan, hingga penyusunan strategi digital marketing yang sesuai anggaran. Langkah pertama cukup mudah: hubungi WhatsApp 0812-6349-2788 atau lihat cakupan kerja kami di dimensiacreative.com.
Untuk pembahasan yang lebih dalam, ada Podcast Kusieh Bendi yang rutin mengangkat perjalanan pengusaha, gagasan tokoh daerah, dan cara membangun personal branding yang diingat publik. Ajukan narasumber atau usulan kolaborasi lewat dimensiacreative.com/proposal.









