DENPASAR, ArgumenRakyat.com – Sektor pariwisata Indonesia mencatatkan rekor kunjungan tertinggi pada puncak libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Hingga hari ini, Kamis (25/12), tingkat keterisian hotel (occupancy) di destinasi unggulan seperti Bali, Yogyakarta, dan Labuan Bajo dilaporkan telah menembus angka 90 hingga 95 persen, menandakan optimisme kebangkitan ekonomi kreatif yang luar biasa.
Lonjakan ini didorong oleh kombinasi antara tingginya minat perjalanan domestik dan arus wisatawan mancanegara yang terus mengalir pasca-pelonggaran regulasi perjalanan antarnegara di kawasan ASEAN.
Bali dan Labuan Bajo Masih Jadi Primadona
Kawasan Kuta, Seminyak, hingga Ubud di Bali masih menjadi magnet utama. Dinas Pariwisata Bali melaporkan bahwa jumlah kedatangan melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai mengalami kenaikan sebesar 25% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur mengalami tren serupa. Kapal-kapal Phinisi untuk layanan Live on Board (LoB) dilaporkan telah penuh dipesan hingga minggu kedua Januari 2026. Peningkatan infrastruktur digital dan aksesibilitas menjadi kunci utama mengapa destinasi ini tetap berada di daftar teratas wisatawan kelas menengah-atas.
Pergeseran Tren ke ‘Hidden Gems’ di Indonesia Timur
Menariknya, kepadatan di destinasi utama memicu tren baru di penghujung 2025: Wisata Anti-Mainstream. Banyak wisatawan mulai beralih ke destinasi yang lebih tenang atau dikenal sebagai hidden gems untuk menghindari kerumunan.
Kawasan seperti Pulau Morotai di Maluku Utara dan Kepulauan Kei di Maluku Tenggara mencatat pertumbuhan kunjungan signifikan. Keasrian alam yang belum terjamah massal serta harga yang lebih kompetitif menjadi daya tarik bagi wisatawan generasi Z dan Milenial yang mencari pengalaman otentik dan “Instagrammable”.
Kesiapan Infrastruktur dan Keamanan
Merespons lonjakan ini, Kementerian Perhubungan bersama kepolisian telah menyiagakan posko pengamanan di titik-titik krusial. Penggunaan teknologi AI untuk memantau arus lalu lintas di jalur wisata utama, seperti Puncak (Bogor) dan Malioboro (Yogyakarta), juga mulai diterapkan untuk meminimalisir kemacetan parah.
“Kami mengimbau wisatawan untuk tetap memperhatikan prakiraan cuaca dari BMKG, mengingat akhir tahun identik dengan curah hujan tinggi. Keamanan dan keselamatan harus tetap menjadi prioritas utama di tengah kegembiraan berlibur,” ujar perwakilan Satgas Nataru 2025 dalam keterangannya di Jakarta.
Harapan untuk Tahun 2026
Pemerintah optimis bahwa momentum puncak wisata di akhir 2025 ini akan menjadi landasan kuat bagi pertumbuhan ekonomi tahun depan. Fokus pemerintah pada tahun 2026 akan beralih pada peningkatan kualitas layanan dan percepatan digitalisasi di desa-desa wisata di seluruh pelosok negeri.







![Penetapan Indonesia sebagai Dewan HAM PBB 2026. [Foto: kemlu.go.id]](https://argumenrakyat.com/wp-content/uploads/2026/01/IMG_20260110_160318-e1768216728409-360x200.jpg)

