PADANG, ArgumenRakyat.com – Wilayah Sumatera Barat (Sumbar) kembali dilingkupi suasana duka dan kewaspadaan tinggi. Di tengah upaya masyarakat bangkit dari dampak banjir bandang dan longsor besar akibat Siklon Senyar bulan lalu, hari ini Minggu (28/12/2025), rentetan gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Kabupaten Agam dan Pasaman, memicu kepanikan warga.
Gempa Beruntun di Agam dan Pasaman
Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Kabupaten Agam diguncang dua kali gempa bumi pada pagi hari ini. Gempa pertama bermagnitudo $4,6$ terjadi pada pukul 09:11 WIB, disusul gempa kedua dengan kekuatan $4,7$ pada pukul 09:15 WIB.
Pusat gempa (episentrum) terdeteksi berada di darat, sekitar 12 km Barat Laut Agam dengan kedalaman hanya 10 km. Laporan lapangan menyebutkan getaran terasa kuat hingga ke Bukittinggi dan Padang Panjang, menyebabkan satu unit rumah di Agam dilaporkan mengalami keretakan. Meski memicu kekhawatiran, BMKG memastikan rangkaian gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Update Bencana Hidrometeorologi: Korban Jiwa Capai 1.138
Sementara itu, duka akibat bencana banjir dan longsor massal yang melanda Sumatera sejak November lalu masih menyisakan trauma mendalam. Data terbaru per 28 Desember 2025 mencatat total korban meninggal dunia di tiga provinsi (Aceh, Sumut, Sumbar) telah mencapai 1.138 jiwa, dengan rincian khusus untuk Sumatera Barat sebanyak 262 orang.
Hingga saat ini, tercatat sekitar 450 ribu warga masih bertahan di pengungsian akibat kerusakan rumah yang masif. Pemerintah Provinsi Sumbar bersama BNPB terus mengupayakan pembangunan Hunian Tetap (Huntap), salah satunya di Kota Padang Panjang yang progresnya mulai dikebut pekan ini.
Bantuan Terus Mengalir
Solidaritas rakyat Indonesia terus mengalir ke Ranah Minang. Pada Sabtu kemarin, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah secara simbolis menerima bantuan tambahan berupa dana kemanusiaan dan logistik pangan (rendang) dari berbagai kabupaten tetangga seperti Dharmasraya. Bantuan ini difokuskan untuk memenuhi kebutuhan gizi para pengungsian yang masih tersebar di wilayah Agam dan Padang Pariaman.
Argumen Kita: Alarm Kerusakan Ekologis
Bencana beruntun yang menimpa Sumbar di penghujung tahun 2025 ini harus menjadi catatan kritis bagi pemerintah daerah. Sejumlah pakar lingkungan mulai menyuarakan bahwa skala kerusakan yang masif bukan sekadar faktor cuaca ekstrem (Siklon Senyar), melainkan dampak nyata dari degradasi hutan di wilayah hulu DAS yang sudah kritis.
Warga diimbau untuk tetap waspada, mengingat BMKG memprediksi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi hingga awal Januari 2026.







![Penetapan Indonesia sebagai Dewan HAM PBB 2026. [Foto: kemlu.go.id]](https://argumenrakyat.com/wp-content/uploads/2026/01/IMG_20260110_160318-e1768216728409-360x200.jpg)

