JAKARTA, ArgumenRakyat.com — Jagat media sosial dan komunitas gamer Indonesia tengah digemparkan oleh viralnya sebuah game simulasi pembangunan kota bergaya klasik (pixel art) bernama TheoTown. Berdasarkan pantauan per pekan keempat Januari 2026, game yang dikembangkan oleh Lobby Divinus ini berhasil melesat ke posisi pertama sebagai game gratis paling populer di Google Play Store dan App Store untuk perangkat HP serta tablet.
Fenomena ini tergolong unik karena meskipun TheoTown merupakan game simulasi isometrik yang menuntut ketelitian strategi, narasi “menjadi pemerintah” yang diusungnya sangat relevan dengan dinamika sosial masyarakat Indonesia saat ini.
Alasan Viral: Roleplay Jadi Pejabat dan Konten ‘Relatable’
Penyebab utama viralnya TheoTown di Indonesia bukan hanya karena mekanik permainannya yang mendalam, melainkan juga berkat kreativitas komunitas di media sosial seperti Facebook dan TikTok. Banyak gamer yang mengunggah tangkapan layar kota mereka dengan caption atau narasi jenaka yang menyindir birokrasi maupun masalah perkotaan di dunia nyata.
Para pemain sangat menikmati peran sebagai walikota yang diberikan kuasa penuh untuk merancang, membangun, dan mengelola kota dari nol. Di sini, keahlian pemain diuji untuk membereskan masalah banjir, memperbesar jalan guna mengatasi kemacetan, hingga mengatur kebijakan pajak agar warga tetap bahagia dan sejahtera.
Dukungan Plugin Lokal: Kota Virtual Bernuansa Nusantara
Faktor lain yang membuat TheoTown sangat digemari di tanah air adalah ketersediaan berbagai plugin kreatif bertema Indonesia buatan komunitas lokal. Melalui fitur plugin ini, pemain dapat menambahkan elemen khas Nusantara ke dalam kota virtual mereka, seperti:
-
Bangunan minimarket lokal (Indomaret/Alfamart).
-
SPBU dengan merek nasional (Pertamina).
-
Landmark kota-kota besar di Indonesia dan gedung-gedung sejarah.
-
Transportasi khas daerah serta ruko-ruko bergaya Indonesia.
Dukungan konten lokal ini mendorong pengalaman bermain peran (roleplay) yang lebih kaya dan kontekstual, seolah-olah pemain benar-benar sedang mengelola kota di Indonesia.
Game Ringan dengan Spesifikasi ‘Ramah Kantong’
Meskipun memiliki sistem simulasi yang kompleks—mencakup pengelolaan listrik, air bersih, hingga manajemen bencana—TheoTown dikenal sangat ringan. Game ini dapat dijalankan dengan stabil pada perangkat dengan spesifikasi rendah, baik di PC maupun ponsel pintar.
Bagi pengguna PC yang ingin mengunduhnya melalui Steam (dengan harga sekitar Rp 90.999), spesifikasi minimum yang dibutuhkan sangat terjangkau:
-
Sistem Operasi: Windows 7 atau 10.
-
Prosesor: Intel Pentium atau Intel Core i5.
-
RAM: 1 hingga 2 GB.
-
Ruang Penyimpanan: 200 hingga 500 MB.
Sementara untuk platform mobile, game ini dapat dinikmati secara gratis dengan sistem iklan di dalamnya.
Perspektif ArgumenRakyat.com
ArgumenRakyat.com memandang bahwa populernya TheoTown menunjukkan cara baru generasi digital Indonesia dalam memahami kompleksitas tata kelola publik. Melalui simulasi ini, masyarakat—terutama anak muda—secara tidak langsung belajar mengenai sulitnya menyeimbangkan antara pembangunan infrastruktur, stabilitas ekonomi, dan kesejahteraan warga. Kreativitas komunitas dalam menciptakan konten lokal juga membuktikan bahwa industri game bisa menjadi media ekspresi identitas bangsa yang sangat efektif dan inklusif di tahun 2026.(**)
Sumber Referensi:
-
Laporan Games News detikInet: Fakta-fakta TheoTown Viral (Januari 2026).
-
Analisis Tren Digital NetralNews: Penyebab TheoTown Naik Daun.
-
Varia Katadata: Fakta Game Lawas yang Viral di 2026.
-
Data Produk Lobby Divinus di Steam dan Google Play Store.









![Penetapan Indonesia sebagai Dewan HAM PBB 2026. [Foto: kemlu.go.id]](https://argumenrakyat.com/wp-content/uploads/2026/01/IMG_20260110_160318-e1768216728409-360x200.jpg)