JAKARTA, ArgumenRakyat.com — Sebuah benda langit berukuran raksasa dijadwalkan melintasi orbit Bumi pada hari ini, Senin, 12 Januari 2026. Asteroid yang dikenal dengan nama ilmiah 2005 UK1 ini menarik perhatian komunitas astronomi global karena ukurannya yang cukup besar untuk dijuluki sebagai “pembunuh planet” (planet killer), meskipun para ahli memastikan lintasannya berada pada jarak yang sangat aman dari planet kita.
Berdasarkan data pemantauan dari sistem pelacak objek dekat Bumi, asteroid ini akan mencapai titik terdekatnya pada pukul 10:26 UTC atau sekitar pukul 17:26 WIB. Fenomena ini menjadi kesempatan berharga bagi para ilmuwan untuk mempelajari karakteristik fisik asteroid tersebut tanpa adanya risiko dampak bagi penduduk Bumi.
Mengapa Dijuluki ‘Planet Killer’?
Julukan “pembunuh planet” disematkan oleh para astronom pada objek luar angkasa apa pun yang memiliki diameter lebih besar dari 1 kilometer. Asteroid 2005 UK1 sendiri diperkirakan memiliki diameter antara 0,6 kilometer hingga 1,4 kilometer.
Sebagai perbandingan, ukuran ini jauh lebih masif dibandingkan dengan meteor Chelyabinsk yang meledak di atas Rusia pada tahun 2013 yang hanya berukuran sekitar 20 meter, maupun asteroid Tunguska pada tahun 1908 yang berukuran 50-100 meter. Karena dimensinya yang mencapai 97 persen lebih besar daripada sebagian besar objek dekat Bumi yang diketahui, 2005 UK1 masuk dalam kategori asteroid berpotensi berbahaya (Potentially Hazardous Asteroid) jika sewaktu-waktu orbitnya berubah secara drastis.
Jarak Aman: 32 Kali Jarak Bumi-Bulan
Meski masuk dalam kategori waspada, NASA dan badan antariksa lainnya menegaskan bahwa lintasan kali ini tidak menimbulkan ancaman. Pada titik terdekatnya, asteroid ini berada di jarak 0,08 satuan astronomi (AU) atau sekitar 12,4 juta kilometer dari permukaan Bumi.
Jarak tersebut setara dengan 32 kali jarak rata-rata antara Bumi ke Bulan. Dengan jarak yang sejauh itu, tarikan gravitasi asteroid tidak akan memberikan efek apa pun terhadap atmosfer maupun stabilitas tektonik Bumi.
Sejarah Penemuan dan Orbit
Asteroid 2005 UK1 pertama kali ditemukan pada 24 Oktober 2005 melalui Catalina Sky Survey yang berbasis di Mount Lemmon, Arizona, Amerika Serikat. Objek ini diklasifikasikan sebagai kelompok asteroid Apollo, yang berarti memiliki orbit yang berpotongan dengan lintasan Bumi saat mengelilingi Matahari.
Benda langit ini membutuhkan waktu sekitar 3,97 tahun atau sekitar 1.450 hari untuk menyelesaikan satu kali putaran orbit mengelilingi Matahari. Lintasan dekat Bumi sebelumnya terjadi pada 24 April 2018, dan pertemuan berikutnya diprediksi akan kembali terjadi pada 24 Desember 2029, namun dengan jarak yang jauh lebih lebar dibandingkan lintasan hari ini.
Masyarakat diimbau untuk tidak termakan hoaks atau informasi menyesatkan yang menyebutkan asteroid ini akan menabrak Bumi. Lintasan ini murni merupakan fenomena astronomi rutin yang membantu manusia memahami dinamika sistem tata surya kita dengan lebih baik.
Sumber Referensi:
-
NASA/JPL Near-Earth Object (NEO) Tracking Data
-
Laporan EarthSky Antariksa 2026
-
The Virtual Telescope Project 2.0 (Manciano, Italy)
-
Data Pengamatan Catalina Sky Survey Arizona







![Penetapan Indonesia sebagai Dewan HAM PBB 2026. [Foto: kemlu.go.id]](https://argumenrakyat.com/wp-content/uploads/2026/01/IMG_20260110_160318-e1768216728409-360x200.jpg)

