Jakarta, ArgumenRakyat.com — Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengidentifikasi 44 area konversi hutan dan perkebunan di Sumatera Selatan yang mengalami kebakaran hutan dan lahan, Senin (19/10).
Pemetaan itu berdasarkan data spasial lembaga tersebut yang diselaraskan dengan data ATR/BPN. Area yang terbakar meliputi areal sawit, hutan tanaman industri, kesatuan pemangkuan hutan, hingga hutan lindung.
Sebagian besar titik api ditemukan di area perbatasan izin konversi yang mengindikasikan dugaan pembukaan atau perluasan lahan.
ADVERTISEMENT
Iklan Info Sponsorship →Dorong Penegakan Hukum
Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi mendorong aparat penegak hukum mengusut tuntas para pelaku pembakaran, baik perorangan maupun korporasi. Penegakan hukum yang tegas dinilai krusial agar upaya pemadaman tidak sia-sia akibat pihak yang sengaja membakar kembali lahan.
“Percuma juga kita kerja keras selama ini, kalau pemadaman enggak sinkron. Satu orang berusaha memadamkan, satu orang bakar, kan kambuh,” kata Kristomei.
Kolaborasi Lintas Sektor
Ia menekankan penanganan karhutla tidak bisa dilakukan parsial dan harus melibatkan sinergi antar-kementerian, lembaga, pemerintah daerah, serta sinkronisasi program pusat dan daerah. Ribuan personel gabungan dan armada seperti helikopter dikerahkan, dengan evaluasi berkala atas keefektifan operasi di lapangan.









