Gempa Beruntun Guncang Agam dan Pasaman, Pemulihan Pasca-Banjir Terus Dikebut

- Jurnalis

Minggu, 28 Desember 2025 - 16:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gempa hari ini dengan magnitudo 4,7 mengguncang Kabupaten Agam, Sumbar, Minggu (27/12/2025). (Foto: BMKG)

Gempa hari ini dengan magnitudo 4,7 mengguncang Kabupaten Agam, Sumbar, Minggu (27/12/2025). (Foto: BMKG)

PADANG, ArgumenRakyat.com – Wilayah Sumatera Barat (Sumbar) kembali dilingkupi suasana duka dan kewaspadaan tinggi. Di tengah upaya masyarakat bangkit dari dampak banjir bandang dan longsor besar akibat Siklon Senyar bulan lalu, hari ini Minggu (28/12/2025), rentetan gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Kabupaten Agam dan Pasaman, memicu kepanikan warga.

Gempa Beruntun di Agam dan Pasaman

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Kabupaten Agam diguncang dua kali gempa bumi pada pagi hari ini. Gempa pertama bermagnitudo $4,6$ terjadi pada pukul 09:11 WIB, disusul gempa kedua dengan kekuatan $4,7$ pada pukul 09:15 WIB.

Pusat gempa (episentrum) terdeteksi berada di darat, sekitar 12 km Barat Laut Agam dengan kedalaman hanya 10 km. Laporan lapangan menyebutkan getaran terasa kuat hingga ke Bukittinggi dan Padang Panjang, menyebabkan satu unit rumah di Agam dilaporkan mengalami keretakan. Meski memicu kekhawatiran, BMKG memastikan rangkaian gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Baca Juga:  Payakumbuh dan Urat Nadi Saudagar: Riwayat Rute Niaga Kuno Menembus Selat Malaka

Update Bencana Hidrometeorologi: Korban Jiwa Capai 1.138

Sementara itu, duka akibat bencana banjir dan longsor massal yang melanda Sumatera sejak November lalu masih menyisakan trauma mendalam. Data terbaru per 28 Desember 2025 mencatat total korban meninggal dunia di tiga provinsi (Aceh, Sumut, Sumbar) telah mencapai 1.138 jiwa, dengan rincian khusus untuk Sumatera Barat sebanyak 262 orang.

Hingga saat ini, tercatat sekitar 450 ribu warga masih bertahan di pengungsian akibat kerusakan rumah yang masif. Pemerintah Provinsi Sumbar bersama BNPB terus mengupayakan pembangunan Hunian Tetap (Huntap), salah satunya di Kota Padang Panjang yang progresnya mulai dikebut pekan ini.

Baca Juga:  Dari Sebuah Video: Lahirlah Perdebatan Panjang tentang Natsir dan Tan Malaka

Bantuan Terus Mengalir

Solidaritas rakyat Indonesia terus mengalir ke Ranah Minang. Pada Sabtu kemarin, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah secara simbolis menerima bantuan tambahan berupa dana kemanusiaan dan logistik pangan (rendang) dari berbagai kabupaten tetangga seperti Dharmasraya. Bantuan ini difokuskan untuk memenuhi kebutuhan gizi para pengungsian yang masih tersebar di wilayah Agam dan Padang Pariaman.

Argumen Kita: Alarm Kerusakan Ekologis

Bencana beruntun yang menimpa Sumbar di penghujung tahun 2025 ini harus menjadi catatan kritis bagi pemerintah daerah. Sejumlah pakar lingkungan mulai menyuarakan bahwa skala kerusakan yang masif bukan sekadar faktor cuaca ekstrem (Siklon Senyar), melainkan dampak nyata dari degradasi hutan di wilayah hulu DAS yang sudah kritis.

Warga diimbau untuk tetap waspada, mengingat BMKG memprediksi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi hingga awal Januari 2026.

Berita Terkait

Tradisi Lukah Gilo Solok Difilmkan agar Tak Lenyap
Efisiensi Anggaran, Pokir DPRD 50 Kota Tak Tersalur
Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta
Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot
Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan
Kabut Asap Karhutla Kembali Selimuti Palembang
Lahan Bekas Karhutla Dharmasraya 5,9 Ha Ditanami Sawit
Proporsional Terbuka Dinilai Membuka Jalan Politik Uang
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Tradisi Lukah Gilo Solok Difilmkan agar Tak Lenyap

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Efisiensi Anggaran, Pokir DPRD 50 Kota Tak Tersalur

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:34 WIB

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:29 WIB

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan

Berita Terbaru

Pentas seni tradisional randai Minangkabau di lapangan dengan rumah adat beratap gonjong di belakangnya. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Deni Dahniel (CC BY-SA 4.0))

Budaya

Tradisi Lukah Gilo Solok Difilmkan agar Tak Lenyap

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:46 WIB

Lembar uang rupiah kertas, ilustrasi pengelolaan anggaran daerah. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Pak.syafda (CC BY-SA 4.0))

Daerah

Efisiensi Anggaran, Pokir DPRD 50 Kota Tak Tersalur

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:45 WIB

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta. (Foto: iNews.id)

Nasional

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:40 WIB

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot. (Foto: Dok. DPR)

Nasional

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:34 WIB

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:29 WIB