Jakarta, ArgumenRakyat.com — Proses pengajuan visa menuntut ketelitian, terutama saat menyiapkan dokumen dan mengisi data pemohon, karena kesalahan kecil bisa berujung penolakan.
Direktorat Jenderal Imigrasi merangkum sejumlah penyebab umum permohonan visa ditolak. Sebagian besar di antaranya berasal dari kelalaian sederhana yang sebenarnya bisa dihindari sebelum berkas dikirim.
Enam Penyebab Visa Ditolak
Pertama, kualitas dokumen yang buram. Hasil pemindaian harus terlihat jelas agar seluruh informasi dapat diperiksa petugas. Jika berkas menjadi kabur setelah dikompresi, pemohon disarankan memakai alat atau aplikasi pemindai lain.
ADVERTISEMENT
Iklan Info Sponsorship →Kedua, dokumen tambahan tidak lengkap. Selain berkas wajib, jenis visa tertentu memerlukan dokumen pendukung sesuai ketentuan, sehingga pemohon sebaiknya tidak hanya berpaku pada daftar dokumen utama.
Ketiga, masa berlaku paspor tidak mencukupi — umumnya minimal enam bulan saat pengajuan. Keempat, belum melakukan EPO atau ERP untuk pemohon izin tinggal tertentu. Kelima, salah memilih jenis visa sehingga tujuan kunjungan tidak sesuai ketentuan. Keenam, data pada dokumen tidak sesuai atau berbeda antarberkas.
Periksa Sebelum Berkas Dikirim
Kepala Subbagian Humas Direktorat Jenderal Imigrasi Achmad Nur Saleh mengingatkan pemohon memeriksa kesesuaian data sejak awal. Menurutnya, konsistensi antara formulir, paspor, dan dokumen pendukung menjadi bagian penting agar permohonan tidak tertahan di tahap verifikasi.
Langkah praktisnya: periksa masa berlaku paspor, cocokkan ejaan nama dan tanggal lahir di semua dokumen, pastikan hasil pemindaian terbaca, lalu cek jenis visa yang sesuai dengan tujuan perjalanan. Jika semua sudah sesuai, proses pengajuan biasanya berjalan lebih lancar.









