SURAKARTA, ArgumenRakyat.com — Bank Indonesia (BI) menyiapkan enam inisiatif strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah (eksyar) agar potensi pasar yang besar dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru Indonesia.
Deputi Direktur Kantor Perwakilan BI Jawa Timur Yono Haryono menyampaikan hal itu dalam kegiatan Capacity Building bertema Pengembangan Eksyar di Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (7/10/2026). Menurut dia, Indonesia memiliki modal kuat mengembangkan ekonomi syariah meski sejumlah sektor masih perlu diperkuat.
“Indonesia memiliki modal yang kuat dalam pengembangan ekonomi syariah, namun masih ada sejumlah sektor yang perlu diperkuat agar daya saing kita semakin tinggi,” kata Yono.
ADVERTISEMENT
Iklan Info Sponsorship →Peringkat Keempat Dunia
Yono menyebut potensi itu tercermin dari posisi Indonesia di peringkat keempat pengembangan ekonomi syariah global berdasarkan State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report. Konsumsi sektor ekonomi syariah dunia mencapai sekitar 2,60 triliun dolar AS pada 2024, sedangkan aset keuangan syariah sekitar 9,72 triliun dolar AS.
Indonesia unggul pada sektor modest fashion yang menempati peringkat pertama global dan halal food peringkat keempat. Namun, muslim-friendly tourism turun dari peringkat kedua ke keenam, begitu pula halal pharma and cosmetics dari peringkat kedua ke keempat.
Enam Program Andalan
Untuk menjawab tantangan itu, BI mengembangkan enam inisiatif, yakni Gerbang Santri, Jawara Ekspor, penguatan ekosistem halal, Sapa Syariah, Kanal Ziswaf, dan Lentera Emas.
Gerbang Santri diarahkan meningkatkan produktivitas dan tata kelola usaha pesantren melalui digitalisasi, termasuk pengembangan industri air minum dan greenhouse berbasis Internet of Things (IoT). Jawara Ekspor mendorong pelaku usaha syariah memperkuat produk dan kapasitas agar menembus pasar global.
Sementara itu, Gema Halal mempercepat sertifikasi halal, Sapa Syariah menguatkan pembiayaan, Kanal Ziswaf menata keuangan sosial, dan Lentera Emas menggenjot literasi serta inklusi eksyar bagi pelajar, mahasiswa, santri, pemuda, industri, UMKM, dan perempuan. Seluruh program menjadi bagian penyempurnaan kerangka kebijakan eksyar BI menuju 2030.









