JAKARTA, ArgumenRakyat.com — Sebanyak 17 wirausaha sosial alumni dari 10 negara anggota ASEAN mengikuti program ASEAN Social Enterprise Development Programme (ASEAN SEDP) Elevate untuk memperluas skala usaha sekaligus mempertahankan dampak sosial dan lingkungannya, Rabu (23/9/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Program yang digagas ASEAN Foundation bersama mitra pendukungnya itu mendampingi peserta sesuai kebutuhan masing-masing. Wirausaha sosial tidak hanya dituntut menyelesaikan persoalan sosial dan lingkungan, tetapi juga didorong mampu membesarkan usaha dan menjaga dampaknya dalam jangka panjang.
Executive Director ASEAN Foundation Piti Srisangnam mengatakan program ini dirancang membantu peserta mengatasi berbagai kendala saat memperluas skala bisnis. “ASEAN SEDP merupakan bagian dari komitmen untuk membangun ekosistem ASEAN yang lebih terhubung dan inklusif, di mana wirausaha sosial dapat berkolaborasi dan mengakses peluang di luar pasar domestik mereka,” ujar Piti.
Lima Jalur Pendampingan dan Penguatan AI
Dalam pelaksanaannya, peserta mengikuti lima jalur pendampingan, yakni Market Access, Investment Readiness, Social Impact, AI, dan Custom Track. Lewat skema itu, mereka mendapat penguatan kapasitas bisnis sekaligus akses terhadap pasar, pembiayaan, teknologi, dan jejaring regional.
ASEAN Foundation menggandeng SAP untuk memperkuat kapabilitas digital para peserta. President and Managing Director SAP Southeast Asia (ASEAN) Liher Urbizu menyebut pihaknya memimpin rangkaian masterclass sebagai bagian utama program. “Melalui rangkaian tersebut, para alumni dibekali kapabilitas dan perangkat AI yang aplikatif untuk membantu menjawab berbagai tantangan terkait akses pasar, kesiapan investasi, hingga pengukuran dampak sosial,” ungkap Liher.
Salah satu peserta mengembangkan teknologi biogas agar proses memasak lebih bersih dan mengurangi ketergantungan pada kayu bakar. Inovasi semacam ini menunjukkan bagaimana persoalan lingkungan dan model bisnis dapat berjalan seiring.
Pelajaran bagi Usaha Kecil di Daerah
Seorang penjual kopi literan di pinggir jalan mulai kebanjiran pesanan setelah rekaman singkat dirinya menjelaskan asal biji kopi tersebar di grup tetangga. Ia tidak menambah anggaran promosi sepeser pun. Yang berubah hanya satu: usahanya kini punya wajah dan cerita yang bisa dilihat siapa saja, kapan saja.
Di situlah letak nilainya. Rekaman yang dikemas rapi tidak habis masa pakainya dalam sehari. Ia tersimpan, dicari ulang, dan terus bekerja saat pemiliknya sibuk melayani pembeli. Menyusun bahan seperti ini butuh arah: kata kunci yang tepat, jadwal unggah yang teratur, serta pemahaman soal cara mesin pencari dan media sosial memilih tayangan untuk ditampilkan. Tanpa itu, konten bagus hanya menjadi arsip yang jarang dibuka.
Bagi yang ingin membangun nama lebih kuat, ada jalur lain yang terbukti tahan lama, yaitu berbicara panjang lebar di Podcast Kusieh Bendi. Di sana pemilik usaha, tokoh daerah, dan penggerak komunitas dapat menuturkan jatuh bangunnya tanpa dipotong menjadi potongan pendek. Pendengar mengenal orangnya lebih dulu, lalu percaya pada produknya. Rincian kolaborasinya ada di dimensiacreative.com/proposal.
Butuh tim yang mengurus semuanya? Dimensia Creative mengerjakan produksi konten video, dokumentasi kegiatan, siaran langsung acara resmi, hingga perencanaan publikasi yang bisa diukur. Mulai dari obrolan awal lewat WhatsApp 0812-6349-2788, sampai melihat daftar layanan di dimensiacreative.com.









