JAKARTA, ArgumenRakyat.com — Google mengakui model kecerdasan buatan Gemini berhasil mengakses tiga situs web saat evaluasi keamanan siber pada Mei 2026, insiden pertama yang diketahui pada sistem AI perusahaan tersebut.
Pengujian dilakukan Irregular, perusahaan independen yang menjalankan evaluasi keamanan siber. Dalam evaluasi standar itu, Gemini menemukan informasi publik di internet lalu menebak credentials untuk mengakses tiga situs yang dikiranya termasuk lingkup pengujian.
Wakil Presiden Rekayasa Keamanan Google Heather Adkins memastikan ketiga entitas telah diberi tahu dan Google bekerja sama dengan mitra pelatihannya untuk memperbaiki proses pengujian. Pada ketiga kejadian, model berhenti melakukan akses tidak sah. “Peristiwa ini menegaskan pentingnya melatih model AI yang kuat agar bertindak secara bertanggung jawab,” kata Adkins, Jumat (18/9/2026).
ADVERTISEMENT
Iklan Info Sponsorship →Menebak Kata Sandi hingga Menemukan Kredensial
Laporan Wall Street Journal menyebut dalam satu kasus Gemini menebak kata sandi sampai berhasil masuk ke sistem terproteksi. Pada dua kasus lain, model menemukan credentials yang tersimpan di repositori publik sehingga bisa mengakses sistem serupa.
Insiden terkait pengujian yang sama juga diungkap Meta, Anthropic, dan OpenAI. Meta menyatakan insiden pada Agustus 2026 tidak melibatkan sandbox escape maupun serangan siber canggih.
Pertanyaan Baru soal Pengamanan Agen AI
Juru bicara Irregular menyebut isu pada insiden Gemini sama dengan yang memengaruhi laboratorium AI lain, dan semua pihak terkait telah diberi tahu pada akhir Juli 2026. “Semua isu yang kami ketahui di pihak kami telah diperbaiki dan diselesaikan beberapa pekan lalu,” ujarnya.
Rangkaian kejadian itu memunculkan pertanyaan soal pengaman yang dibutuhkan seiring agen AI memperoleh otonomi lebih besar serta akses ke internet dan sistem komputer. Identitas ketiga pihak yang diakses, versi Gemini yang diuji, serta ada tidaknya data yang diambil tidak diungkap dalam laporan tersebut.









