Menekraf Pacu Talenta Teknisi Ekonomi Kreatif Digital

- Jurnalis

Senin, 28 September 2026 - 10:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

<p>Menekraf Pacu Talenta Teknisi Ekonomi Kreatif Digital. (Foto: Dok. ANTARA)</p>

Menekraf Pacu Talenta Teknisi Ekonomi Kreatif Digital. (Foto: Dok. ANTARA)

JAKARTA, ArgumenRakyat.com — Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mendorong penguatan talenta teknisi perangkat seluler sebagai penopang ekonomi kreatif berbasis digital melalui World Cup Circuit Global Championship (CGC) Indonesia 2026 di Jakarta, 26-27 September 2026.

Kompetisi keterampilan reparasi perangkat seluler itu diikuti 1.500 peserta dari berbagai daerah dan digelar bersama Kementerian Ketenagakerjaan serta Asosiasi Teknisi Ponsel Indonesia (TESPOIN). Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menilai perangkat yang andal menjadi fondasi bagi kreator konten, pengembang aplikasi, hingga pelaku usaha dalam menghasilkan karya dan menjangkau pasar.

“Kreativitas digital yang paling brilian sekalipun tidak akan sampai kepada penggunanya apabila perangkat yang digunakan tidak dapat berfungsi dengan baik. Di titik inilah talenta para teknisi memiliki peran yang sangat penting,” kata Riefky dalam keterangannya di Jakarta.

Kompetensi hingga Daya Saing

Menteri menekankan empat nilai bagi peserta, yakni kompetensi, sportivitas, kolaborasi, dan daya saing. Menurutnya, ekosistem digital perlu diperluas bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan teknisi di berbagai daerah, tetapi juga untuk mengisi kebutuhan reparasi ponsel di kawasan regional hingga global. Materi kompetisi mencakup reparasi CPU iPhone, CPU Android, dan glass repair pada tingkat nasional serta reparasi perangkat tingkat Asia. Indonesia sebelumnya mencatat prestasi sebagai juara dunia kategori tim pada CGC 2025.

Baca Juga:  MotoGP Mandalika Dongkrak Omzet UMKM hingga Rp10 Juta

Konten Video sebagai Aset Usaha Kecil

Tiga tahun lalu, sebuah usaha jasa perbaikan perangkat di kota kecil hanya mengandalkan mulut ke mulut. Setelah pemiliknya mulai merekam setiap pekerjaan reparasi dan mengunggahnya sebagai video pendek, pesanan dari luar kota berdatangan. Rekaman sederhana itu membuat calon pelanggan percaya lebih dulu, karena mereka sudah melihat cara kerja dan hasilnya. Yang berubah bukan cuma jumlah pembeli, tetapi cara usaha itu dikenal orang.

Kepercayaan seperti itu terbentuk karena video memperlihatkan proses, bukan sekadar janji. Ditambah judul yang jelas, keterangan yang informatif, dan pemilihan kata kunci yang tepat, sebuah video berpeluang muncul saat calon pelanggan mengetik kebutuhannya di Google, YouTube, maupun TikTok. Inilah alasan konten video layak diperlakukan sebagai inventaris usaha: sekali diproduksi dengan benar, ia terus mendatangkan penonton dan calon pembeli tanpa biaya iklan harian.

Baca Juga:  Indeks Bisnis UMKM BRI 102,1, Usaha Tetap Ekspansif

Bagi yang ingin membangun kredibilitas lebih kuat, format percakapan panjang menawarkan jalur berbeda. Podcast Kusieh Bendi mempertemukan pemilik usaha, profesional, dan tokoh daerah untuk berbicara tentang pengalaman nyata, dari masa sulit hingga strategi bertahan. Penampilan semacam ini memperkuat personal branding maupun branding produk, sekaligus memperkenalkan gagasan kepada audiens yang lebih luas. Rincian format kolaborasinya ada di dimensiacreative.com/proposal.

Dimensia Creative membantu pemilik usaha dan instansi menyiapkan semua itu, mulai dari perencanaan konten, produksi video, siaran langsung, sampai pengukuran hasil. Sapa tim kami di WhatsApp 0812-6349-2788 untuk berdiskusi, atau lihat ragam layanan di dimensiacreative.com.

Berita Terkait

Kemenekraf Dorong Perlindungan Nilai Ekonomi Kreator
Trade Expo Indonesia ke-41 Lampaui Target Transaksi
Komdigi Kaji Aturan Label Konten Hasil AI
UMKM Cari Pembeli Lewat Konten di Era Discovery Commerce
Cara UMKM Menarik Pembeli Lewat Live Streaming
Iklan Online Bisa Jadi Pintu Masuk Spyware Tanpa Diklik
Virtus Soroti Tata Kelola Data di Tengah Isu Perlambatan AI
Video Commerce Jadi Peluang UMKM Jangkau Konsumen Lebih Luas

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:13 WIB

Kemenekraf Dorong Perlindungan Nilai Ekonomi Kreator

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:07 WIB

Trade Expo Indonesia ke-41 Lampaui Target Transaksi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:51 WIB

Komdigi Kaji Aturan Label Konten Hasil AI

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:19 WIB

UMKM Cari Pembeli Lewat Konten di Era Discovery Commerce

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Cara UMKM Menarik Pembeli Lewat Live Streaming

Berita Terbaru

Pentas seni tradisional randai Minangkabau di lapangan dengan rumah adat beratap gonjong di belakangnya. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Deni Dahniel (CC BY-SA 4.0))

Budaya

Tradisi Lukah Gilo Solok Difilmkan agar Tak Lenyap

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:46 WIB

Lembar uang rupiah kertas, ilustrasi pengelolaan anggaran daerah. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Pak.syafda (CC BY-SA 4.0))

Daerah

Efisiensi Anggaran, Pokir DPRD 50 Kota Tak Tersalur

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:45 WIB

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta. (Foto: iNews.id)

Nasional

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:40 WIB

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot. (Foto: Dok. DPR)

Nasional

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:34 WIB

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:29 WIB