Bahaya Karbon Monoksida yang Tak Berwarna dan Tak Berbau

- Jurnalis

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bahaya Karbon Monoksida yang Tak Berwarna dan Tak Berbau (Ilustrasi: AI Dimensia Creative)

Bahaya Karbon Monoksida yang Tak Berwarna dan Tak Berbau (Ilustrasi: AI Dimensia Creative)

Jakarta, ArgumenRakyat.com — Paparan karbon monoksida berpotensi menghambat pasokan oksigen ke organ vital, terutama otak dan jantung, hingga memicu kerusakan fatal, Senin, 19 Oktober 2026.

Perhatian pada gas ini mencuat setelah peta satelit milik lembaga antariksa Amerika Serikat memperlihatkan sebaran karbon monoksida berkonsentrasi tinggi di atas wilayah Indonesia. Gas CO tidak berwarna dan tidak berbau sehingga keberadaannya sulit diketahui tanpa alat pendeteksi.

Cara Kerja Racun CO di Dalam Tubuh

Merujuk panduan Organisasi Kesehatan Dunia soal kualitas udara dalam ruangan, gas CO yang terhirup masuk ke paru-paru. Dari sana, gas itu menurunkan kemampuan darah mengangkut oksigen sekaligus menghambat pelepasan oksigen ke jaringan.

Baca Juga:  Frozen Yogurt atau Es Krim, Mana Lebih Aman untuk Gula Darah?

Otak dan jantung termasuk organ yang paling membutuhkan oksigen. Kekurangan oksigen yang parah dapat merusak sel saraf hingga memicu kehilangan kesadaran dan kematian pada kasus fatal.

Baca Juga:  Waspada Sayur Berformalin, Ini Cara Mendeteksinya

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Gejala keracunan CO bergantung pada konsentrasi gas di udara, lama paparan, dan riwayat medis seseorang. Gejala awal meliputi sakit kepala, pusing dan lemas, mual atau muntah, rasa lelah tak biasa, serta sulit berkonsentrasi.

Pada kondisi lebih serius, paparan gas ini dapat menimbulkan sesak napas, kebingungan, hingga hilang kesadaran. Orang dengan riwayat penyakit jantung dinilai lebih rentan terhadap dampaknya.

Berita Terkait

Alasan Anak Suka Mengobrol dengan Boneka
Olahraga Tepat untuk Cegah Osteoporosis Sejak Dini
7 Cara Mengatasi Anak Susah Belajar Membaca Tanpa Memaksa
5 Cara Mengatasi Anak Kecanduan Merokok secara Bertahap
Maltodekstrin Bukan Gula, Ini Fungsi dan Peran dalam Pangan
7 Negara dengan Visa Kerja Termudah untuk Pekerja
7 Tanda Kecerdasan Emosional Perlu Dilatih Lagi
5 Minuman Pengencer Dahak, Ampuh Encerkan Lendir

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:02 WIB

Alasan Anak Suka Mengobrol dengan Boneka

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Olahraga Tepat untuk Cegah Osteoporosis Sejak Dini

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:08 WIB

7 Cara Mengatasi Anak Susah Belajar Membaca Tanpa Memaksa

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Bahaya Karbon Monoksida yang Tak Berwarna dan Tak Berbau

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:52 WIB

5 Cara Mengatasi Anak Kecanduan Merokok secara Bertahap

Berita Terbaru

Pentas seni tradisional randai Minangkabau di lapangan dengan rumah adat beratap gonjong di belakangnya. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Deni Dahniel (CC BY-SA 4.0))

Budaya

Tradisi Lukah Gilo Solok Difilmkan agar Tak Lenyap

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:46 WIB

Lembar uang rupiah kertas, ilustrasi pengelolaan anggaran daerah. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/Pak.syafda (CC BY-SA 4.0))

Daerah

Efisiensi Anggaran, Pokir DPRD 50 Kota Tak Tersalur

Selasa, 20 Okt 2026 - 16:45 WIB

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta. (Foto: iNews.id)

Nasional

Personel Gabungan di Monas Bersiap Amankan Demo Jakarta

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:40 WIB

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot. (Foto: Dok. DPR)

Nasional

Dua Kasus Perundungan Anak Berujung Kematian Disorot

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:34 WIB

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan. (Foto: CNN Indonesia)

Nasional

Hercules Datangi Kementerian ATR/BPN soal Sengketa Lahan

Selasa, 20 Okt 2026 - 11:29 WIB