YOGYAKARTA, ArgumenRakyat.com — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat jumlah pengguna layanan keuangan digital QRIS di provinsi itu mencapai 1,20 juta orang hingga Agustus 2026, tumbuh 23,59 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Kepala Kantor Perwakilan BI DIY Sri Darmadi Sudibyo menyampaikan jumlah merchant di empat kabupaten dan satu kota DIY mencapai 1,17 juta atau tumbuh 19,99 persen secara tahunan.
“Kinerja tersebut diikuti pertumbuhan volume transaksi QRIS sebesar 667,73 juta transaksi (naik 60,17 persen year on year) dan nominal transaksi sebesar Rp6,85 triliun (naik 33,40 persen year on year),” kata Sri Darmadi dalam keterangan di Yogyakarta, Rabu.
ADVERTISEMENT
Iklan Info Sponsorship →Merchant Mikro dan Kecil Mendominasi
Perluasan QRIS di DIY dinilai semakin inklusif. Sekitar 92 persen merchant merupakan usaha mikro dan kecil, dengan sebaran yang menjangkau seluruh kabupaten dan kota.
BI DIY memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), BPD DIY, penyedia jasa pembayaran, dan pemangku kepentingan lain. Sinergi diarahkan meningkatkan pemanfaatan pembayaran digital pada sektor perdagangan dan UMKM, pariwisata, transportasi, pasar, hingga pembayaran pajak dan retribusi layanan publik.
Momentum bagi Usaha Kecil
Sri Darmadi berharap pemanfaatan pembayaran digital memberi manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi DIY yang inklusif dan berkelanjutan. Ia juga menyinggung inflasi DIY pada Agustus 2026 yang tercatat 3,07 persen secara tahunan, masih dalam rentang sasaran inflasi nasional.
Di balik angka itu, ada banyak pelaku usaha kecil yang dulu hanya melayani pembeli di sekitar rumahnya. Setelah mulai merekam keseharian usahanya menjadi video pendek, satu per satu pelanggan dari luar kota menemukan mereka di layar ponsel. Cerita sederhana tentang racikan kopi, cara menjahit, atau suasana toko yang hangat ternyata lebih meyakinkan ketimbang kata-kata promosi panjang. Bagi usaha seperti ini, konten video bukan sekadar pelengkap, melainkan etalase baru yang buka 24 jam.
Konten video kini diperlakukan layaknya aset jangka panjang, bukan pengeluaran sesaat. Bila dipadukan dengan digital marketing yang terarah, strategi konten yang konsisten, dan optimasi agar mudah ditemukan di mesin pencari maupun media sosial, satu video dapat terus mendatangkan calon pembeli berbulan-bulan setelah tayang.
Siapa bilang promosi harus kaku? Di tangan yang tepat, cerita usaha Anda bisa berubah menjadi konten video dan strategi digital yang terukur. Ingin langkah serupa? Hubungi WhatsApp 0812-6349-2788 atau tengok dimensiacreative.com.
Ingin suara bisnis Anda terdengar lebih jauh? Podcast Kusieh Bendi siap menjadi panggung bagi pengusaha maupun tokoh daerah untuk membangun citra yang tak terlupakan. Detail programnya ada di dimensiacreative.com/proposal.









