JAKARTA, ArgumenRakyat.com — Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mendorong penguatan talenta teknisi perangkat seluler sebagai penopang ekonomi kreatif berbasis digital melalui World Cup Circuit Global Championship (CGC) Indonesia 2026 di Jakarta, 26-27 September 2026.
Kompetisi keterampilan reparasi perangkat seluler itu diikuti 1.500 peserta dari berbagai daerah dan digelar bersama Kementerian Ketenagakerjaan serta Asosiasi Teknisi Ponsel Indonesia (TESPOIN). Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menilai perangkat yang andal menjadi fondasi bagi kreator konten, pengembang aplikasi, hingga pelaku usaha dalam menghasilkan karya dan menjangkau pasar.
“Kreativitas digital yang paling brilian sekalipun tidak akan sampai kepada penggunanya apabila perangkat yang digunakan tidak dapat berfungsi dengan baik. Di titik inilah talenta para teknisi memiliki peran yang sangat penting,” kata Riefky dalam keterangannya di Jakarta.
ADVERTISEMENT
Iklan Info Sponsorship →Kompetensi hingga Daya Saing
Menteri menekankan empat nilai bagi peserta, yakni kompetensi, sportivitas, kolaborasi, dan daya saing. Menurutnya, ekosistem digital perlu diperluas bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan teknisi di berbagai daerah, tetapi juga untuk mengisi kebutuhan reparasi ponsel di kawasan regional hingga global. Materi kompetisi mencakup reparasi CPU iPhone, CPU Android, dan glass repair pada tingkat nasional serta reparasi perangkat tingkat Asia. Indonesia sebelumnya mencatat prestasi sebagai juara dunia kategori tim pada CGC 2025.
Konten Video sebagai Aset Usaha Kecil
Tiga tahun lalu, sebuah usaha jasa perbaikan perangkat di kota kecil hanya mengandalkan mulut ke mulut. Setelah pemiliknya mulai merekam setiap pekerjaan reparasi dan mengunggahnya sebagai video pendek, pesanan dari luar kota berdatangan. Rekaman sederhana itu membuat calon pelanggan percaya lebih dulu, karena mereka sudah melihat cara kerja dan hasilnya. Yang berubah bukan cuma jumlah pembeli, tetapi cara usaha itu dikenal orang.
Kepercayaan seperti itu terbentuk karena video memperlihatkan proses, bukan sekadar janji. Ditambah judul yang jelas, keterangan yang informatif, dan pemilihan kata kunci yang tepat, sebuah video berpeluang muncul saat calon pelanggan mengetik kebutuhannya di Google, YouTube, maupun TikTok. Inilah alasan konten video layak diperlakukan sebagai inventaris usaha: sekali diproduksi dengan benar, ia terus mendatangkan penonton dan calon pembeli tanpa biaya iklan harian.
Bagi yang ingin membangun kredibilitas lebih kuat, format percakapan panjang menawarkan jalur berbeda. Podcast Kusieh Bendi mempertemukan pemilik usaha, profesional, dan tokoh daerah untuk berbicara tentang pengalaman nyata, dari masa sulit hingga strategi bertahan. Penampilan semacam ini memperkuat personal branding maupun branding produk, sekaligus memperkenalkan gagasan kepada audiens yang lebih luas. Rincian format kolaborasinya ada di dimensiacreative.com/proposal.
Dimensia Creative membantu pemilik usaha dan instansi menyiapkan semua itu, mulai dari perencanaan konten, produksi video, siaran langsung, sampai pengukuran hasil. Sapa tim kami di WhatsApp 0812-6349-2788 untuk berdiskusi, atau lihat ragam layanan di dimensiacreative.com.









