Jakarta, ArgumenRakyat.com — Jumlah merchant penerima QRIS mencapai 44,86 juta hingga Juni 2026, dengan 96,68 persen di antaranya merupakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Transaksi QRIS Tumbuh 93,92 Persen
Bank Indonesia mencatat volume transaksi QRIS sepanjang semester I 2026 mencapai 12,55 miliar transaksi dengan nilai Rp1,12 kuadriliun, tumbuh 93,92 persen secara tahunan. Jumlah pengguna QRIS juga menembus 65,77 juta dengan tambahan 6,23 juta pengguna baru pada Januari hingga Juni 2026.
Penyedia layanan pembayaran berlomba mempermudah pelaku usaha mengadopsi QRIS. Perusahaan teknologi finansial OttoDigital menyatakan aktivasi QRIS melalui layanan OttoPay dapat diselesaikan dalam tiga hari kerja setelah dokumen pelaku usaha terverifikasi.
ADVERTISEMENT
Iklan Info Sponsorship →“Pelaku usaha tidak hanya membutuhkan layanan dengan biaya kompetitif, tetapi juga proses pendaftaran yang praktis dan dukungan ketika muncul kendala operasional,” kata Chief Revenue Officer OttoDigital Grace Sunarjo dalam keterangan di Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Pendampingan Jadi Kunci Adopsi Berkelanjutan
Selain proses pendaftaran, penyedia layanan menyediakan pengelola hubungan khusus atau dedicated relationship manager untuk mendampingi mitra menangani kebutuhan teknis. Pendampingan itu diarahkan agar pelaku usaha memanfaatkan layanan pembayaran sesuai kebutuhan usahanya.
Bank Indonesia menilai perluasan QRIS tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga mendorong UMKM terhubung dengan ekosistem ekonomi dan keuangan digital. Digitalisasi dinilai membantu meningkatkan produktivitas, memperluas akses pasar, dan memperkuat akses pembiayaan.
Bagi UMKM, adopsi pembayaran digital menjadi pintu masuk pencatatan transaksi yang lebih rapi. Rekam data penjualan itu dapat dipakai untuk menilai performa usaha sekaligus menjadi bahan pertimbangan ketika mengajukan pembiayaan ke lembaga keuangan.
Dulu, memperkenalkan usaha berarti menunggu pembeli lewat di depan etalase. Kini seorang penjual bisa lebih dikenal dari rekaman singkat proses kerjanya yang direkam lewat ponsel. Perubahan cara orang mencari barang membuat cerita usaha ikut berpindah ke layar.
Rekaman yang dibuat hari ini bukan hiburan sesaat. Ia bisa dipakai ulang untuk iklan, katalog, hingga bahan penawaran kerja sama. Karena itu strategi konten dan optimasi mesin pencari sebaiknya dipikirkan sejak awal, bukan setelah usaha ramai.
Ada tiga hal yang membuat konten usaha bertahan lama: cerita yang jujur, kemasan yang rapi, dan publikasi yang terjadwal. Dimensia Creative membantu menyiapkan ketiganya melalui produksi video, dokumentasi acara, dan siaran langsung. Pembahasan awal bisa dibuka lewat WhatsApp 0812-6349-2788, sedangkan daftar layanannya ada di dimensiacreative.com.
Setelah branding produk berjalan, branding tokohnya perlu dijaga. Podcast Kusieh Bendi membuka ruang bagi pemilik usaha untuk menuturkan perjalanan bisnisnya, dan bagi tokoh daerah untuk menyampaikan gagasan bagi kotanya. Bentuk kolaborasinya bisa dilihat di dimensiacreative.com/proposal.









